alexametrics

Menag Dikasih Duit USD 30 Ribu, ‎KPK Belum Terima Laporan Gratifikasi

27 Juni 2019, 19:18:34 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan, pihaknya belum menerima laporan gratifikasi dari Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Itu terkait uang USD 30 ribu dari Kedutaan Besar Arab Saudi.

Dalam persidangan jual beli jabatan dengan terdakwa Haris Hasanuddin dan Muafaq Wirahadi, Lukman mengakui dirinya telah menerima uang pecahan asing itu dari Kedubes Arab Saudi.

Menurut Lukman, uang itu berasal dari mantan Kepala Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi Syekh Ibrahim Sulaiman al-Nughomsy dan Syekh Saad Bin Husein An Namasi. diberika pada akhir 2018 di Kantor Kemenag RI.

“Tadi sudah saya cek ke direktorat gratifikasi, belum ada laporan gratifikasi yang dilakukan oleh Menteri Agama RI terkait penerimaan USD 30 ribu tersebut,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (27/6).

Febri menuturkan, pihaknya terakhir mendapat laporan gratifikasi dari Lukman terkait uang Rp 10 juta. Laporan itu pun tidak ditindaklanjuti oleh KPK lantaran diduga masih ada kaitannya dengan kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kemenag.

“Untuk pelaporan Menag ini, terakhir melaporkan penerimaan Rp 10 juta, sedangkan penerimaan USD 30 ribu ini tidak dilaporkan,” ucap Febri.

Menurut Febri, seharusnya Lukman sebagai penyelenggara negara menolak segala bentuk pemberian dari pihak lain.
Bila tak dapat menolaknya, maka dapat langsung melaporkan penerimaan gratifikasi kepada KPK sebelum 30 hari kerja.

“Ya semestinya semua penerimaan yang berhubungan dengan jabatan dilaporkan ke KPK paling lambat 30 hari kerja. Berapapun nilainya,” jelas Febri.

Sebelumnya, dalam sidang dugaan jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) untuk terdakwa Haris Hasanuddin dan Muafaq Wirahadi dilakukan‎, jaksa KPK mececar Lukman Hakim Saifuddin mengenai adanya uang di ruang kerja Menag sebesar USD 30 ribu dan Rp 180 juta.

Menjawab pertanyaan dari Jaksa KPK, Lukman Hakim Saifuddin ‎mengatakan uang tersebut berasal dari pejabat Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia. Uang itu ia terima karena Indonesia sukses menjadi tuan rumah MTQ Internasional yang diadakan keluarga Amir Sulton.

“Karena rutin keluarga (Amir) Sulton mengadakan MTQ internasional di mana Indonesia jadi tuan rumahnya menjadi penyelenggaranya,” ujar Lukman di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (26/6).

Lukman menjelaskan, dirinya sempat menolak menerima uang tersebut. Namun tetap dipaksa untuk menerimanya. Sehingga uang yang ia terima itu rencananya digunakan untuk kegiatan bakti sosial dan sejenisnya.

“Itu dia yang saya katakan bahwa saya mengatakan tidak berhak menerima ini. Saya tahulah sebagai penyelenggara negara tidak boleh menerima gratifikasi,” tukas Lukman.

 

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Muhammad Ridwan


Close Ads