alexametrics

Elite Partai Bantah Demokrat Milik Keluarga SBY

27 Februari 2021, 15:04:25 WIB

JawaPos.com – Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra membantah partai berlogo bintang mercy dikuasai oleh keluarga Cikeas. Hal ini dia katakan menanggapi mantan pendiri Partai Demokrat Max Sopacua yang menyebut saat ini partai bernuansa biru telah berubah bukan menjadi milik umum. Tapi, milik keluarga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Kita sudah lima kali Kongres, mendapatkan lima ketua umum. Jadi masih dibilang partai keluarga, itu sangat tidak benar,” ujar Herzaky dalam diskusi secara virtual di Jakarta, Sabtu (27/2).

Herzaky mengatakan, selama ini ketua umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selalu berdiskusi dengan para kader sebelum mengambil keputusannya. Sehingga menurut Herzaky tidak benar AHY memimpin Demokrat dengan tidak mendengarkan pendapat dari para kader.

Baca juga: Selain Dipecat, Jhoni Allen Marbun juga Diberhentikan dari Anggota DPR

“Kita mengambil keputusan bukan apa maunya ketum. Kita berdiskusi dan memberikan masukan,” tegasnya.

“Bukan ketum maunya ini, maka partai harus mengikutinya. Itu tidak ada di partai kami,” tambahnya.

Herzaky berujar, ketua umum AHY sebelum memberikan instruksi kepada para kadernya sudah melakukan tindakan nyata terlebih dahulu. Setelah itu barulah diikuti para kader.

“Sebelum mengeluarkan intrusksi, beliau sendiri sudah mencontohkan, seperti penanganan virus Korona dan kader-kader di daerah setelah itu mengikutinya,” ungkapnya.

Sebelumnya, pendiri Partai Demokrat, Max Sopacua mengeluhkan saat ini partai berlogo bintang mercy menjadi partai keluarga Cikeas. Sehingga hal ini sudah melenceng dari tujuan dasar pendirian Partai Demokrat.

“Saya kira semua orang sudah tahu kalau partai ini adalah partai untuk semua. Ternyata partai ini sudah jadi milik sebuah keluarga Cikeas, dan itu semua orang membicarakan itu,” ujar Max.

Mantan pewarta ini menambahkan, memang awalnya biasa saja keluarga Cikeas menguasai Partai Demokrat. Namun, lama-kelamaan itu tidak bisa dibiarkan. Karena Partai Demokrat adalah milik semua bukan segelintir orang.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Edy Pramana

Reporter : Gunawan Wibisono

Saksikan video menarik berikut ini: