JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pilpres 2019

Tetap Dukung Jokowi-Ma'ruf, Yenny Sudah Tak Peduli Cak Imin

26 September 2018, 22:10:24 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Yenny Wahid
Yenny Wahid tak peduli dengan keberadaan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dalam barisan pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin. (Miftahul Hayat/jawapos.com)
Share this

JawaPos.com - Yenny Wahid tak peduli dengan keberadaan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dalam barisan pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Dukungannya pada capres nomor urut 01, merupakan hasil musyawarah dengan pertimbangan yang matang.

"Saya tidak pernah mendasari keputusan-keputusan saya atas dasar pertimbangan apakah ada Cak Imin atau tidak, jadi nggak ada hubungannya," tegas Yenny di Rumah Pergerakan Gus Dur, Kalibata, Jakarta, Rabu (26/9). 

Adapun yang mendasari dukungan ke Jokowi lantaran Yenny dan Gusdurian mencari pemimpin yang mau ikut gerah apalagi negara dirasa sedang susah. Juga yang mampu mendengar nurani rakyat.

"Kita ingin pemimpin yang tidak berjarak dengan masyarakat. Tidak canggung memeluk warga dan bersama mereka berbaur dan berbagi aroma keringat," ujar Yenny.

Diketahui, hubungan Cak Imin dengan Yenny Wahid terbilang kurang baik sejak  2008 silam. Konflik keduanya diawali dengan pemecatan Cak Imin dari posisi Ketua Umum Dewan Tanfidz PKB oleh Gus Dur yang saat itu menjabat Ketua Dewan Syuro PKB.

Yenny saat itu ingin menjaga marwah ayahnya dan menolak memberi pintu damai bagi Cak Imin. Aksi saling klaim dan gugat dilancarkan oleh keduanya.

Hingga Cak Imin menyingkirkan Yenny dari keanggotaan PKB ketikadikukuhkan sebagai Ketua Dewan Tanfidz PKB. Dia beralasan bahwa Yenny adalah dalang pemecatannya oleh Gus Dur.

Yenny Wahid pun melakukan perlawanan. Gugatan demi gugatan dilakukan Yenny. Menjelang Pemilu 2009, keduanya mengklaim pengurus PKB yang sah. Namun ternyata kepengurusan Cak Imin dengan Sekretaris Jenderal Lukman Edy disahkan melalui Surat Keputusan Kementerian Hukum dan HAM.

Putri kedua Gus Dur itu lantas membuat Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB). Sayangnya, PKBIB dinyatakan tidak lolos verifikasi partai peserta Pemilu 2014.

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up