JawaPos Radar

Pemilih PKS Kecewa

Hanya 53,3 persen yang Setuju Pencalonan Prabowo-Sandiaga Uno

26/08/2018, 14:53 WIB | Editor: Kuswandi
Hasanuddin Ali
Founder Alvara Reasearch Center (ARC) Hasanuddin Ali, saat memaparkan hasil surveinya di Jakarta, Minggu (26/8) (Igman/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) rupanya belum bisa mengkonsolidasikan simpatisan dan pemilihnya untuk mendukung keputusan partainya untuk memilih Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di Pilpres 2019 mendatang. Hal itu terungkap pada hasil temuan Alvara Reasearch Center (ARC).

Founder ARC Hasanuddin Ali menyebutkan, partai besutan Sohibul Iman itu paling tidak solid dibandingkan parpol koalisi Prabowo-Sandi lainnya. Sebab, hanya sebesar 53,3 persen relawan dan simpatisannya yang setuju dengan pasangan tersebut.

Sementara itu, partai Gerindra parpol yang dianggap paling solid mencalonkan Prabowo-Sandi dengan 87,5 persen, disusul dengan PAN sebesar 72,5 persen dan partai Demokrat memperoleh 63,9 persen.

"Karena kita tahu biasanya PKS itu partai yang solid mendukung paslon yang diusung," kata Hasanuddin dalam paparannya di Hotel Oria, Jakarta, Minggu (26/8).

Menurut Hasan, ketidaksolidan partai berbasis massa Islam itu lantaran kecewa atas tidak dipilihnya 9 nama yang diusung PKS sebagai cawapres. Baginya, keputusan itu bisa jadi menjadi efek kejut dari pemilih PKS.

"Kita bisa melihat ternyata Pak Prabowo lebih memilih kader Gerindra sendiri juga ya Sandiaga Uno. Sehingga ada unsur kejut juga kekecewaan mereka terhadap pasangan ini ya," pungkasnya.

ARC melakukan survei pada 12-18 Agustus 2018. Riset menggunakan multistage random sampling dengan melibatkan 1500 responden berusia 17 tahun ke atas. Sampel diambil di seluruh provinsi Indonesia. Margin of error 2,53 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up