alexametrics

Amien Rais: Perhelatan PAN di Kendari Seperti Kongres Para Teroris

26 Februari 2020, 21:36:29 WIB

JawaPos.com – Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais angkat bicara mengenai kongres partai berlogo matahari ini yang digelar 10-11 Februari lalu. Mantan ketum parpol pendiri partai berlogo matahari putih itu mengungkapkan berbagai keanehan kejanggalan dari kongres Kendari.

Amien Rais dalam akun Instagram resmi milikinya mengeluhkan, tentang hajatan akbar partainya itu.

“Bahwa PAN telah menyuguhkan sebuah perhelatan nasional namanya kongres nasional yang kelima itu yang penuh keonaran kemudian Masya Allah, yang betul-betul ini telah melukai PAN dari ujung kaki sampai ujung kepala,” ujar Amien Rais dalam video yang diunggah, Rabu (26/2).

Menurut Amien Rais, Kongres PAN di Kendari itu menyuguhkan tontonan demokrasi jadi-jadian yang mungkin terburuk selama republik Indonesia ini berdiri.

“Itu partai lain enggak ada yang seburuk partai saya, saya mohon maaf kepada masyarakat politik di negeri kita ini maupun para pendukung dan pemilih PAN yang hampir 10 juta itu,” katanya.

Menurut Amien, Kongres PAN tersebut melakukan hal-hal yang sesungguhnya tidak pantas. Banyak sekali pasal-pasal AD/ART yang dilanggar. Kemudian suasana kongres tersebut juga ia keluhkan.

“Suasana di kongres itu seperti seolah-seolah kongres para teroris. 1300 polisi dikerahkan, di halaman hotel, kemudian di lobby di seluruh lorong lobby ada pagar betis, bahkan juga ada bebrapa ratus barangkali Brimob kiriman dari Makassar,” katanya.

Bahkan Amien mengatakan, di hajatan tersebut ada puluhan penyusup badannya besar dan bertato. Sehingga ia mengeluhkan kenapa bisa sampai ada orang-orang yang tidak diundang tersebut.

“Penyusup badannya besar dan ada tato, tanpa pakaian yang rapi tapi semua dikalungi dengan peserta peninjau, ketika disuruh keluar tidak mau. Nah ini, kongres nasional tidak lazim sama sekali,” tegasnya.

Amien juga mengeluhkan soal 30 kader yang mengalami luka ringan dan enam luka berat akibat kerusuhan di hajatan partai bernuansa biru ini. Bahkan ia mengaku sampai menitikan air mata melihat adanya kerusuhan tersebut.

“‎Saya sampai tidak tahan menitikkan air mata ketika kepala mereka mengalir darah, kemudian jahitan sampe 10 jahitan, ada yang lehernya pokoknya saya tidak kuasa menceritakan ini. Semuanya itu 30 dari peserta yang mendukung Mulfachri-Hanafi. Ini harus ada pertanggungjawabannya,” ungkapnya.

Oleh sebab itu Amien meminta pemerintah untuk tidak mengesahkan kongres tersebut, hal itu karena hajatan itu telah membuat malu. Karena jauh dari nilai-nilai demokrasi.

“Ini memalukan. Membuat aib demokrasi,” imbuhnya.

Oleh sebab itu dia berpesan kepada Zulkifli Hasan untuk tidak melakukan cara-cara kotor tersebut seperti mengundang preman atau kongres yang dengan penuh kekerasan.

‎”Kalau Anda melanjutkan, itu dalam bahasa asingnya membuat recipe of destruction, recipe for disaster. Resep kehancuran PAN itu akan ada di tangan Anda,” katanya.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads