alexametrics

MK Didesak Kabulkan Uji Formil dan Materil UU Cipta Kerja

25 November 2021, 11:52:03 WIB

JawaPos.com – Mahkamah Konstitusi (MK) akan memutus uji formil dan materil Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja pada Kamis (25/11). Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant Care, Anis Hidayah mengharapkan MK bisa mengabulkan gugatan para pekerja.

“Kami dari pemohon uji formil perkara No. 91/PUU-XVIII/2020 berharap MK mengabulkan permohonan kami dimana secara terang benderang UU cipta kerja disusun secara serampangan,” kata Anis Hidayah dalam keterangannya.

Dalam gugatannya, Migrant Care mengajukan uji materil pasal 84 UU cipta kerja. Dalam pasal 84 berisi aturan UU nomor 18 tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (UU PPMI).

Dia menjelaskan, pengaturan UU 18/2017 dalam UU cipta kerja dinilai memperlemah perlindungan pekerja maupun pekerja migran. Padahal, UU 18/2017 membutuhkan waktu selama tujuh tahun dalam proses revisinya.

Anis berujar, pengaturan UU 18/2017 sangat maju, terkait bagaimana persyaratan perusahaan untuk mendapatkan izinnya sangat ketat, melalui prosedur, mekanisme. Kemudian aturan yang jelas soal deposito, jangka waktu tahun dan hal lainnya.

“Di dalam UU cipta kerja itu kemudian dieliminir. Beberapa juga dihapus menjadi disesuaikan dengan ketentuan izin usaha,” ungkap Anis.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Muhammad Ridwan




Close Ads