alexametrics

Soal Duit Rp 50 Ribu, Hasto Serang Balik Anak Pak Harto

25 November 2018, 16:26:17 WIB

JawaPos.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto membuktikan, bahwa dengan uang kurang dari Rp 50.000 bisa mendapatkan makan siang yang enak.

Pembuktian uang Rp 50 ribu oleh orang nomor dua di PDIP itu untuk menjawab pernyataan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Titiek Soeharto yang menyatakan, kalau emak-emak hanya membawa uang Rp 50.000 tidak mendapat apa-apa di pasar.

‎Hasto yang meninjau tempat pelelangan ikan di Pantai Babakan, Kabupaten Pangandaran, saat itu menyempatkan diri menyapa kedai-kedai milik rakyat setempat. 

Bersama Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat, dan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, Hasto menyempatkan diri makan siang di salah satu warung nasi yang ada di situ. Uniknya, harga makan yang dihabiskan ketiga tokoh partai itu tidak lebih dari Rp 50.000.

“Saya makan sayur kangkung sama telur ceplok, tanpa nasi, cuma lima ribu rupiah,” kata Hasto seraya melahap makan siangnya, Minggu (25/11).

Berbeda dengan Hasto, Djarot memilih makan pakai nasi, sayur pakis, sepotong ikan pindang gunung dan ditambah telur ceplok. Baginya makannya ini sangatlah enak walaupun dengan harga murah.

“Ini cuma habis Rp 15.000. Ini sudah sama tempe mendoan yang tipis, meski tidak setipis ATM,” katanya.

Sementara itu, Bupati Jeje memilih makan ikan pindang gunung dan telur ceplok saja, tanpa nasi. Totalnya hanya Rp 10.000. ‎Sehingga total biaya makan siang elite PDIP ini hanya mencapai Rp 30.000. Bahkan ditambah para kader yang ngemil tempe mendoan dan gorengan lainnya, harganya tidak sampai Rp 50.000.

“Jadi bisa lihat sendiri kan Rp 50.000 udah bisa buat makan banyak orang,” kata Hasto.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Titiek Soeharto, saat berkampanye untuk capres dan cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Banten, menegaskan kesenjangan antara si miskin dan si kaya kekinian semakin kentara.

Bahkan, putri eks penguasa Orde Baru Soeharto ini menuturkan, kenaikan harga-harga barang kebutuhan pokok sangat dikeluhkan banyak pihak. Bahkan kalau emak-emak hanya membawa uang Rp 50.000 tidak mendapat apa-apa di pasar.

“Kesenjangan antara si kaya dan si miskin makin lebar. Ibu-ibu kalau punya uang Rp 50.000 bisa beli apa ke pasar? Sementara yang kaya tambah kaya, yang miskin tambah miskin,” kata Titiek beberapa waktu lalu. 

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : (gwn/JPC)



Close Ads
Soal Duit Rp 50 Ribu, Hasto Serang Balik Anak Pak Harto