alexametrics

Daftar Pilwali Solo Lewat PDIP, Gibran Dapat Kursus Politik dari Mega

25 Oktober 2019, 13:08:31 WIB

JawaPos.com – Gibran Rakabuming menegaskan bakal maju dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Solo 2020. Dia bertekad maju melalui PDI Perjuangan, tidak lewat jalur perseorangan sebagaimana kabar yang selama ini beredar.

Hal itu disampaikan Gibran setelah menemui Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin (24/10). Dia mengungkapkan, sudah sewajarnya dirinya sowan kepada Megawati. Apalagi, dirinya sudah resmi terdaftar sebagai kader PDIP dengan bukti kartu tanda anggota (KTA) yang dikantonginya.

”Saya sudah punya KTA PDIP dan saya akan berjuang melalui PDIP,” kata Gibran.

Apa saja yang dibicarakan dengan Megawati? Gibran menyatakan, dirinya berdiskusi banyak mengenai kondisi Solo saat ini. Dia juga menyampaikan keseriusannya untuk maju sebagai calon wali kota Solo. ”Saya sampaikan keseriusan untuk maju (pilwali Solo, Red) karena saya sudah punya KTA (kartu tanda anggota, Red) PDIP,” paparnya.

Momen tersebut juga dijadikan Gibran untuk meluruskan rumor yang beredar bahwa dirinya akan maju melalui jalur independen. Putra sulung Presiden Jokowi itu membantah rumor tersebut. Dia menegaskan, dirinya tidak pernah sekali pun menyampaikan bakal maju lewat jalur independen. Gibran juga mengklarifikasi langsung rumor tersebut kepada Megawati.

Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, saat tiba untuk melakukan pertemuan tertutup dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Kamis (24/10/2019). Pertemuan tersebut membahas pencalonan dirinya sebagai bakal calon Wali Kota Solo. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

”Tentu, saya sampaikan ke Bu Mega tadi. Berita saya maju lewat independen sama sekali tidak benar. Saya serius ingin maju lewat PDIP,” tegasnya.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto tidak menampik bahwa Gibran meminta restu agar diberi tiket untuk maju dalam Pilwali Solo 2020. ”Pertemuan ini semacam kursus politik secara langsung dari Bu Mega ke Gibran,” katanya.

Gibran diminta memahami arah perjuangan partai. Selain diminta membaca AD/ART partai, Gibran diberi sejumlah bacaan wajib bagi kader PDIP oleh Megawati. Di antaranya adalah buku berjudul Indonesia Menggugat, Membangun Tatanan Dunia Baru, Indonesia Merdeka, hingga buku sejarah lahirnya Pancasila. Seluruh buku tersebut merupakan karya Bung Karno yang menjadi pijakan perjuangan kader-kader PDIP.

”Bu Mega meminta Gibran untuk membaca dan memahami buku-buku itu,” imbuh Hasto.

Megawati juga menyampaikan tata cara dan alur pencalonan kepala daerah. Proses itu dilakukan secara berjenjang. Mulai DPC yang diusulkan melalui suara PAC. Pintu berikutnya, diusulkan melalui DPD di tingkat provinsi. Berikutnya, langsung melalui rekomendasi DPP. ”Jadi, tiga pintu itu bisa dipakai,” jelas Hasto.

Nah, hingga sekarang, kata dia, DPP PDIP belum mengambil keputusan. Apakah akan merekomendasi Gibran untuk maju dalam Pilwali Solo 2020 atau tidak. Menurut Hasto, seluruh calon harus melalui proses dan tahapan sebelum terpilih maju dalam kontestasi kepala daerah.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : mar/c5/oni

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads