alexametrics

Kaget dengan Aksi SBY, Ketum PPP: Bendera Demokrat Juga Banyak

25 September 2018, 17:26:25 WIB

JawaPos.com – Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memutuskan walk out dari perhelatan kampanye damai yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), pada Minggu (23/9) kemarin. SBY kecewa lantaran banyak atribut kampanye kubu petahana.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy mengaku tidak menyangka SBY walk out dari perhelatan kampanye damai tersebut. Karena tidak ada tanda-tanda Presiden Indonesia ke-6 ini walk out.

Pasalnya Romahurmuziy tepat berada di belakang mobil golf car yang dinaiki SBY ‎saat di Monas. “Saya jujur kaget, karena tanda walk out tidak ada,” ujar pria yang akrab disapa Rommy di Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Selasa (25/9).

Romy heran dengan alasan SBY meninggalkan lokasi kampanye damai karena adanya atribut bendera partai. Pasalnya menurut Rommy, bendera Partai Demokrat juga sangat banyak.

“Atribut Partai Demokrat juga bertebaran cuma memang tidak semeriah partai lain,” katanya.

Rommy menduga kekecewaan SBY walk out karena protokoler dari KPU. Pasalnya SBY adalah Presiden Indonesia ke-6.

Seharusnya, kata dia, perlakuannya berbeda dengan para ketua umum partai politik yang belum pernah menjadi kepala negara. “Semestinya protokol lebih memberikan tempat kepada Pak SBY berbeda dengan kita ketum-ketum parpol yang memang belum pernah jadi presiden,” pungkasnya.

Sebelumnya, SBY meninggalkan lokasi deklarasi kampanye damai karena berpapasan dengan rombongan massa pendukung Jokowi-Ma’aruf Amin yang ramai mengenakan atribut kampanye.

SBY mengaku tak nyaman. Sebab, KPU telah mengatur, dalam kampanye damai, para pasangan calon dan pendukungnya tidak diperkenankan mengenakan atribut apa pun yang berhubungan dengan simbol pemenangan.

KPU juga meminta masing-masing paslon tak membawa massa lebih dari 100 orang.‎ Menurut Ketua KPU Arief Budiman adanya atribut kampanye itu di luar rute yang ditentukan oleh KPU. Sehingga tidak bisa melakukan pelarangan.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : (gwn/JPC)


Close Ads
Kaget dengan Aksi SBY, Ketum PPP: Bendera Demokrat Juga Banyak