JawaPos Radar | Iklan Jitu

Bertemu PPP, Dubes Uni Eropa Bahas Soal Politik Identitas dan Isu TKA

25 September 2018, 14:32:56 WIB | Editor: Kuswandi
Romahurmuziy
Ketua Umum PPP Romahurmuziy berfoto bersama dengan para Dubes Uni Eropa, Jakarta, Selasa (25/9) (Gunawan Wibisono/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Jajaran elite Partai Persatuan Pembangunan (PPP), melakukan pertemuan dengan 21 duta besar Uni Eropa. Pembicaraan politik pun banyak dilakukan antara mereka.

Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengatakan para duta besar tersebut menanyakan mengenai stabilitas politik lantaran Indonesia di 2019 mendatang bakal melakukan Pemilu yang terdiri dari Pileg dan Pilpres. Khususnya isu mengenai politik identitas.

"Tadi saya sampaikan saya jamin politik identitas tidak akan semarak pada tahun 2014. Saya tidak bisa memastikan bahwa itu akan hilang tapi berkurang," ujar pria yang akrab disapa Rommy usai melakukan pertemuan dengan para duta besar Uni Eropa di DPP PPP Jalan Diponegoro, Jakarta, Selasa (5/9).

Menurut Rommy‎, isu politik identitas bakal berkurang karena pendamping Joko Widodo (Jokowi) adalah Ma'ruf Amin yang diketahui Ketua Umum MUI nonaktif dan juga mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

"Jadi Ma'ruf Amin adalah ulama yang sangat dihormati di Indonesia. Maka penggunaan politik identitas menjadi mentah kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin," katanya.

Selain itu, para duta besar tersebut juga menanyakan mengenai adanya isu tenaga kerja asing di Indonesia. Menurut Anggota Komisi XI DPR ini adanya tenaga kerja asing adalah isu yang sengaja dibuat oleh oknum jauh dari angka yang dimiliki pemerintah.

"Jadi ini adalah semata-mata politikal isu. Jauh dari angka yang diperselisihkan. Kita hanya ada 78 ribu tenaga kerja asing. Kalau dibandingkan dengan jumlah TKI Indonesia di Taiwan bisa 250 ribu, 14 juta di Malaysia," ungkapnya.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up