JawaPos Radar

Kata Peneliti LSI, Popularitas Airlangga Meroket Sejak januari 2018

25/07/2018, 21:44 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Jokowi dan Airlangga
Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto saat berbincang bersama Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jawa Barat. (JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Elektabilitas partai politik usai pilkada serentak digelar menjadi salah satu objek survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI). Hasilnya, tak ada perubahan mendasar dari sisi tingkat keterpilihan parpol yang ada saat ini.

Peneliti senior LSI Rully Akbar mengatakan, dalam survei terbaru lembaganya tak ada perubahan dari sisi elektabilitas partai. Namun terjadi perubahan dari sisi status politik ketua umum partai.

"Terutama di partai-partai kubu Jokowi, tiga ketum partai ini yang naik statusnya,” kata Rully saat merilis ‘Empat Isu Partai dan Ketum: Sebelum dan Sesudah Pilkada’ di kantor LSI  Jl. Pemuda No. 70  Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (25/7). 

Menurut Rully, ketiga nama ketua umum tersebut adalah Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, dan Ketum PPP Romahurmuziy.

“Namun, di antara ketiga ketum parpol itu, Airlangga Hartarto yang terbukti paling meroket. Itu dilihat dari lonjakan sisi pengenalan, kesukaan, dan citra untuk pemerintah yang kuat," paparnya.

Jika dibandingkan dengan ketua umum partai politik kubu Jokowi, popularitas Airlangga memang masih kalah dari Ketum PDIP Megawati (95.7 persen) maupun Ketum Nasdem Surya Paloh (62.1 persen).

"Namun popularitas Airlangga melonjak signifikan sejak Januari 2018,” katanya.

Sementara itu, politisi yang menanjak status ketua umumnya di kubu non-Jokowi adalah tetap Prabowo Subianto (Gerindra). "Prabowo paling tinggi karena hanya Prabowo satu-satunya ketua umum yang capres. Ketum lainnya tidak muncul sebagai capres," kata Rully.

Diketahui, LSI melakukan survei nasional terbaru paska pilkada 2018 untuk membaca kekuatan partai politik jelang 2019. Responden sebanyak 1200 dipilih berdasarkan multistage random sampling.

Metode yang digunakan adalah wawancara tatap muka dengan dengan rosponden dilakukan serentak di 34 propinsi dari tanggal 29 Juni -5 Juli 2018. Margin of error plius minius 2,9 persen. Survei juga dilengkapi dengan riset kualitatif seperti FGD, media analisis, dan wawancara mendalam narasumber.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up