JawaPos Radar

Sumur Minyak di Aceh Timur Meledak, DPR Desak Audit Investigasi

25/04/2018, 19:57 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Sumur minyak kebakaran
Penampakan di lokasi sumur minyak tua kebakaran. Sudah ada puluhan korban meninggal dunia dan luka-luka. (jpnn/jawapos.com)
Share this

JawaPos.com - Penanganan kebakaran sumur minyak di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Aceh pada Rabu (25/4) dini hari, harus ditangani dengan cepat. Agar tidak terjadi lagi, harus dilakukan audit investigatif dan penyidikan yang komprehensif.

"Tegakan aturan dan tindak tegas yang telah menyebabkan peristiwa itu terjadi," ujar Anggota Komisi VII DPR Rofi Munawar kepada JawaPos.com, Rabu (25/4).

Apalagi, lanjut Rofi, aturan soal pengelolaan sumur tua tradisional sudah jelas. Tertuang dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 1 Tahun 2008 tentang Pedoman Pengusahaan Pertambangan Minyak Bumi Pada Sumur Tua.

Diketahui, Pasal 9 sendiri dijabarkan tentang pelaksanaan memproduksi minyak bumi. Pasal 12-15 pun diatur tentang pembinaan dan pengawasan. Sementara Pasal 6 diatur mengenai sanksi.

"Menurut informasi sumur rakyat yang terbakar kedalamannya sampe 250 meter perlu dipertanyakan, biasanya hanya 50-150. Harusnya di atas 150 meter jangan KUD yang pegang mengingat teknologinya tidak sesuai," jelas Rofi.

Lebih lanjut, legislator asal Jawa Timur itu juga berharap agar ke depannya harus ada pembinaan yang lebih efektif terhadap sumur tua yang dikelola rakyat. Di sisi lain, lokasi sumur tersebut harus segera disterilisasi.

Sebagai informasi, kebakaran hebat terjadi di dapur pengeboran minyak mentah di Aceh, Rabu (25/4) dini hari. Hingga petang, tercatat 18 orang warga tewas dan 41 lainnya luka berat. Beberapa rumah warga juga ikut terbakar. 

(dna/JPC)

Alur Cerita Berita

Api Diduga dari Pengelasan Pipa 25/04/2018, 19:57 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up