alexametrics

Max Sopacua sebut, Kasus Korupsi Hambalang Rontokkan Elektabilitas PD

25 Maret 2021, 15:32:06 WIB

JawaPos.com – Partai Demokrat (PD) kubu Moeldoko menggelar konferensi pers di kawasan Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Jumpa pers itu digelar untuk menanggapi dualisme yang terjadi dalam tubuh PD.
Ketua Dewan Kehormatan PD kubu Moeldoko, Max Sopacua menjelaskan, alasan kenapa jumpa pers dilakukan di kawasan Hambalang. Menurut Max, Hambalang adalah sebuah sejarah kelam bagi PD. Kasus korupsi Wisma Atlet Hambalang yang melibatkan sejumlah kader PD menjadi tonggak elektabilitas partai tersebut terjun bebas.
“Tempat inilah, proyek inilah bagian salah satu yang merontokkan elektabilitas Demokrat. Inilah Hambalang awal terjadinya masalah besar yang terjadi bagi Partai Demokrat” ujar Max dalam jumpa pers di kawasan Hambalang, Jawa Barat, Kamis (25/3).
Max mengeluhkan karena masih adanya oknum-oknum yang terlibat dalam korupsi Hambalang ini namun belum tersentuh oleh hukum. Sehingga menginginkan hukum tidak tebang pilih. “Tetapi ada yang tidak tersentuh hukum yang juga menikmati hasil dari sini (korupsi Hambalang, Red), sampai hari ini masih belum tersentuh. Mudah-mudahan segera,” katanya.
Oleh sebab itu, mantan pewarta TVRI itu berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa mengungkap kembali kasus korupsi Hambalang tersebut. Sebab dia menduga masih adanya orang-orang yang belum tersentuh.  “Kami serukan, dalam hal ini KPK untuk melanjutkan apa yang belum dilanjutkan terhadap siapa-siapa saja yang menikmati Hambalang ini,” ungkapnya.
Diketahui, terdapat proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional di Bukit Hambalang. Namun, proyek yang telah diinisiasi sejak 1998 itu terbengkalai hingga kini. Kasus proyek Hambalang itu juga telah menjerat sejumlah nama ke dalam penjara. Di antaranya Andi Mallarangeng, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang juga kader PD.
Selain itu, ada dua politikus Partai Demokrat yang terlibat dalam pusara kasus korupsi ini, yakni Angelina Sondakh mantan Anggota DPR, M Nazaruddin mantan Bendahara Partai Demokrat, dan Anas Urbaningrum mantan Ketua Umum Partai Demokrat. Proyek Hambalang bernilai Rp 1,07 triliun dan kasus ini telah merugikan negara sebesar Rp 706 miliar. (*)

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Gunawan Wibisono

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads