alexametrics

DPR Desak Pemerintah Segera Realisasikan Insentif untuk Tenaga Medis

25 Maret 2020, 11:18:05 WIB

JawaPos.com – Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay mengatakan pihaknya telah mengelar rapat dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto dan Kepala BNPB yang juga Ketua Gugus Tugas COVID-19 Doni Monardo.

Saleh mengatakan, ada beberapa rekomendasi dari Komisi IX DPR ini kepada pemerintah. ‎Rapat itu juga ingin mengetahui apa saja yang telah dilakukan oleh pemerintah terkait pandemi Korona yang mewabah di Indonesia.

“Dalam rapat itu tentu hal utama yang ingin diketahui Komisi IX DPR terkait progres penanganan yang dilakikan pemerintah terhadap penyebaran wabah virus Korona,” ujar Saleh kepada wartawan, Rabu (25/3).

Saleh menjelaskan, rapat itu dilakukan secara virtual dengan 36 Anggota Komisi IX DPR yang hadir. Menurut Saleh dalam rapat tersebut dibahas juga kesiapan sumber daya manusia (SDM) tenaga medis untuk menangani virus tersebut.

“Selain SDM juga soal fasilitas, perbekalan kesehatan dan hal-hal teknis opersional menghadapi pandemi COVID-19,” katanya.

Dalam rapat tersebut, Komisi IX juga memberikan beberapa rekomendasi diantaranya adalah, meminta pemerintah untuk secepatnya menjamin ketersediaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis. Termasuk pemberian insentif bagi tenaga medis.

“Pemberian intensif tenaga medis seperti dokter, dokter spesialis, perawat dan juga non medis yang bekerja menangani COVID-19. Karena Presiden Jokowi sudah janjiakan berikan intensif, kami desak segera direalisasikan,” katanya.

Komisi IX juga mendesak pemerjntah untuk memperluas jaringan rumah sakit yang tangani Covid-19. Karena terbukti sampai saat ini RS yang ada ketersediaan tempat tidur terbatas termasuk laboratorium penanganan.

Sejelan dengan keinginan Menkes Terawan Agus Putranto, pemerintah juga perlu melibatkan melibatkan pihak swasta. “Karena itu kita harapkan ada kehadiran dari kalangan swasta untuk rapid test tapi tentu harus berdasarkan rekom kemenkes,” ungkapnya.

Selain itu, Komisi IX DPR mendesak pemerintah agar lebih dulu memprioritaskan rapid test Korona untuk tenaga medis. Karena mereka lebih yang membutuhkan saat ini.

“Mereka harus betul-betul sehat dan bersih dan terjaga sehingga ketika bekerja mereka bisa memberikan pelayanan yang terbaik,” tuturnya.

Rapat juga membasah soal pelaksanaan ibadah di bulan Ramadan nanti. Termasuk juga memastikan kebutuhan pangan di bulan suci itu tetap terjaga.

“Termasuk kami minta pemetintah antisipasi arus mudik dan arus balik Idul Fitri, misalnya tidak boleh melakukan mudik. Agar penyebaran virus itu tidak ke mana-mana,” pungkansya.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads