alexametrics

Cegah Korban Korona Makin Banyak, PKS Sarankan Segera Lockdown

25 Maret 2020, 10:58:04 WIB

JawaPos.com – Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mempertimbangkan opsi lockdown ketimbang rapid test. Itu terkait skenario dalam menghadapi serangan wabah virus Korona di Indonesia.

Ia menilai, opsi rapid test tidak efektif melihat femomena statistik jumlah korban positif dan yang meninggal terus  berkembang sampai saat ini.

“Saya mendesak pemerintah menggunakan opsi lockdown untuk mencegah korban yang semakin banyak. Rapid test tidak efektif melihat statistik yang berkembang saat ini,” ujar Mardani kepada wartawan, Rabu (25/3).

Mardani juga melihat kurangnya kesadaran physical distancing dari masyarakat karena minimnya sosialisasi dan komunikasi bencana yang tidak baik. Sehingga seharusnya pemerintah melihat hal tersebut.

“Pemerintah seharusnya lihat ke lapangan langsung, kesadaran physical distancing yang diimbau kurang direspons oleh masyarakat dan masih banyak yang menyepelekan virus Korona,” katanya.

Lebih lanjut, menurut Anggota Komisi II DPR RI ini, ketidaktegasan pemerintah memilih opsi lockdown berimbas masih banyak perusahaan yang tidak membuat kebijakan Work From Home (WFH) kepada pegawainya, menjadikan Indonesia memiliki angka kematian tertinggi dari pada rata-rata negara ASEAN.

“Kebijakan yang tanggung-tanggung dampaknya ya seperti sekarang ini. Pengusaha dan masyarakat juga harus ditegaskan untuk diam di rumah,” ungkapnya.

Apalagi menurut Mardani sebentar lagi bulan Ramadan, maka ia meyakini pemerintah akan lebih kewalahan dengan tradisi di nusantara, seperti mudik.

“Jika tidak ditangani dengan efektif, penyebaran wabah ini akan semakin tak terkendali dan korban yang lebih besar,” tuturnya.

Mardani mengakui kebijakan lockdown tidak populer, tapi lebih baik terlambat atau tidak sama sekali. Hal ini ia lihat karena makin bertambahnya saja jumlah korban akibat virus tersebut.

“Memang kebijakan ini pasti tidak populer. Tapi tidak ada polihan lain untuk kondisi pandemik global ini,” pungkasnya.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads