alexametrics
Pilpres 2019

HNW Tantang Charta Politika Buka-Bukaan Sumber Dana Surveinya

25 Maret 2019, 17:54:40 WIB

JawaPos.com – Survei terbaru Charta Politika yang digelar pada 1-9 Maret 2019 menunjukkan selisih elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto yakni berkisar 20 persen. Jokowi mendapat 53,6 persen, sedangkan Prabowo 35,4 persen.

Namun, temuan survei yang dikomandoi oleh Charta Politika diragukan oleh Wakil Ketua Dewan Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (HNW). Ia meminta agar lembaga survei itu bisa menjelaskan soal temuannya tersebut bukan untuk 17 April mendatang.

Bagi HNW dalam rentang waktu hingga hari pencoblosan, masih berpotensi terjadi banyak peristiwa. Tentunya, elektabilitas antarkandidat masih bisa terus berubah. Artinya belum bisa dipastikan pemenang pemilu.

“Lembaga survei tidak perlu memosisikan diri sebagai malaikat pencabut nyawa dari kedaulatan rakyat. Lembaga survei harusnya mencerahkan masyarakat, bukan memperdaya nalar rakyat,” ujar HNW di kompleks DPR RI Senayan, Jakarta, Senin (25/3).

Menurut HNW, sejauh ini kerap terjadi kesalahan prediksi dari lembaga survei. Oleh karena itu, hasil survei tidak bisa dijadikan patokan sepenuhnya untuk menentukan hasil pemilu.

“Mereka dahulu menyurvei tentang pilgub di Jakarta, tentang pilgub di Jawa Tengah, di Jawa Barat dan lain sebagainya, hasilnya meleset kan?” imbuhnya.

Lebih lanjut, wakil ketua MPR RI itu meminta agar lembaga survei membuka metodologi partainya. Termasuk responden yang disurvei sekaligus siapa yang mendanainya.

“Supaya kemudian menjadi terukur dengan jelas, hasilnya itu objektif atau tidak,” pungkas HNW.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Sabik Aji Taufan

Copy Editor : Fersita Felicia Facette

HNW Tantang Charta Politika Buka-Bukaan Sumber Dana Surveinya