alexametrics
JK Kritik Proyek Infrastruktur Pemerintah

Pengamat: Mungkin Pak JK Sedang Mengingatkan Teknokrat

25 Januari 2019, 09:09:48 WIB

JawaPos.com – Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin menyarankan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) tidak mengkritik pemerintah. Hal itu menanggapi kritik JK atas sejumlah proyek pembangunan infrastruktur.

Menurutnya, kritik yang disampaikan JK tidak elok mengingat statusnya sebagai bagian dari pemerintah. “Alangkah baik dan bijak jika Pak JK tidak mengkritik pemerintah. Karena beliau bagian dari pemerintah itu sendiri,” ujar Ujang saat dihubungi, Jumat (25/1).

Ujang mengatakan JK seharusnya bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut mencari solusi atas persoalan-persoalan yang sempat dikritiknya. Ia menilai JK mampu memberi masukan positif karena memiliki pengalaman dan kredibilitas yang tak diragukan sebagai tokoh bangsa.

“Pak JK pasti mampu membereskan masalah-masalah itu. Pak JK tokoh bangsa yang berpengalaman. Kredibilitasnya diakui dunia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ujang menuturkan Indonesia bangga memiliki tokoh yang kritis dan solutif seperti JK. Sehingga, ia berkata kritik yang sampaikan JK harus dilihat sebagai bagian dari solusi atas permasalahan yang terjadi.

“Mungkin Pak JK sedang mengingatkan para teknokrat agar dalam membangun infrastruktur jangan terlalu banyak mengambil untung,” ujar Ujang.

Terpisah Fungsionaris Partai Demorasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Eva Kusuma Sundari membantah kritik yang disampaikan JK sebagai pertanda perpecahan di internal pemerintahan Jokowi. Ia menilai kritik yang disampaikan JK merupakan bentuk demokrasi yang ada di dalam pemerintahan Jokowi.

JK, kata dia, memberi pesan bagi semua pihak untuk tetap mengedepankan akuntabilitas dalam membuat sebuah kebijakan.

“Ini dampak dari transparansi, dampak dari keinginan untuk akuntabilitas dan itu membiasakan masyarakat untuk menggunakan nalar, pakai angka, bukan kemudian saling potong memotong lah, atau jegal menjegal diantara para politisi,” ujar Eva saat dihubungi.

Terpisah, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Arya Sinulingga tidak mempermasalahkan kritik yang lontarkan JK. Sebab, ia berkata JK hanya mengkritik satu dua dari ribuan proyek infrastruktur yang dikerjakan selama pemerintahan Jokowi.

“Pak JK kan ngomong itu dari ratusan, ribuan infrastruktur yang dia kritik cuma satu, dua, tiga (proyek). Kecil lah itu, wajar lah,” kata Arya.

Terkait dengan kritik JK, ia justru menilai sebagai bukti Jokowi memberi ruang bagi semua pihak, termasuk di internal pemerintah untuk memberi kritik.

“Itulah namanya pemerintahan sekarang ini, Pak Jokowi membuka ruang-ruang kritik walaupun dari dalam sendiri. Kalau zaman dulu tidak mungkin itu. Jadi itu dari dalam disampaikan terbuka, ya itulah suaranya Pak JK juga,” pungkasnya.

Sebelumnya, ‎JK menyampaikan kritik terhadap proyek infrastruktur yang dbangun pada era pemerintahan Presiden Jokowi. Salah satunya soal proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT).

JK menyinggung kondisi LRT Palembang yang kini hanya menjadi ajang coba-coba para turis lokal yang datang. “LRT Palembang jadikan coba-coba turis lokal saja,” kata JK.

Karena itu, dia mengingatkan agar pembangunan infrastruktur tidak hanya memperhatikan aspek secara teknis, tapi juga dampak terhadap perekonomian.

JK juga menyinggung proyek pembangunan kereta api Trans Sulawesi dari Makassar ke Manado. Menurut JK, proyek tersebut tidak efisien, karena tidak ada yang menaiki transportasi tersebut.

Tak hanya soal LRT di Palembang, Jusuf Kalla juga mengkritik pembangunan LRT Jabodetabek yang menelan biaya sampai Rp 500 miliar per kilometernya (km). Menurutnya, pembangunan LRT dengan skema elevated (layang) dinilai kurang efektif.

Editor : Kuswandi

Reporter : Gunawan Wibisono

Close Ads
Pengamat: Mungkin Pak JK Sedang Mengingatkan Teknokrat