Terancam Tidak Lolos Parliamentary Threshold, PAN Ancam Tuntut LSI

25/01/2018, 17:24 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan (JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Dalam rilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Partai Amanat Nasional (PAN) terancam tidak lolos dalam ambang batas parlemen atau parliamentary threshold. 

Wakil Ketua Umum PAN, Taufik Kurniawan berharap survei tersebut tidak dijadikan penggiringan opini untuk masyarakat. Kalau itu terjadi dan hasilnya berbeda dengan sesungguhnya, maka PAN bisa menuntut lembaga survei yang dipimpin oleh Denny JA.

"Lembaga yang menerbitkan survei tentunya hasur bisa dipertanggungjawabkan, bahkan kalau salah, PAN bisa tuntut lho," ujar Taufik saat dihubungi, Kamis (25/1).

Taufik yang merupakan Wakil Ketua DPR ini, juga menambahkan, dahulu Anies Basweedan dan Sandiaga Uno juga pernah disurvei tentang elektabilitasnya. 

Namun, kenyataan hasilnya sangat berbanding terbalik, Anies dan Sandiaga terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI.

"Di Jakarta enggak ada hasil yang menunjukkan Anies dan Sandiaga menang, padahal hasilnya salah itu," katanya.

Taufik menambahkan, lembaga survei banyak kesalahan, misalnya di tahun 2014 lalu PAN elektabilitasnya hanya 1,6 persen. Ternyata hasilnya berbeda jauh, PAN elektabilitasnya sekira 9 persen.

"Karena kalau memang survei untuk pembentukan citra dan opini yang terbukti enggak selalu benar," pungkasnya.

Diketahui, Peneliti LSI Rully Akbar mengatakan, lima partai politik lama yang ada di DPR saat ini terancam tak lolos kembali ke parlemen pada periode selanjutnya. Hal ini diketahui berdasarkan Survei Lingkaran Survei Indonesia Januari 2018. 

Kelima partai itu, adalah PPP mendapatkan 3,5 persen, PKS 3,8 persen, PAN 2,0 persen, dan Hanura 0,7 persen. Hanya NasDem yang perolehan suaranya sedikit di atas ambang batas, yakni 4,2 persen.

Untuk mendapatkan kursi di DPR, partai politik harus meraih minimal 4 persen suara sah nasional pada pemilu legislatif 2019 mendatang.

Sementara, partai-partai baru dan partai lama di luar DPR juga tak ada yang berhasil melewati ambang batas. PKPI hanya memperoleh 0,2 persen, sementara PBB 0,3 persen. Kedua partai ini sudah mengikuti pemilu pada 2014 lalu, namun gagal mendapatkan kursi di DPR.

Sementara di barisan partai baru, PSI mendapat 0,3 persen dan Perindo 3,0 persen. Menurut Rully, suara Perindo cukup tinggi karena berhasil memanfaatkan media yang dimiliki oleh ketua umumnya, Hary Tanoesoedibjo. Namun ia menilai, masih sulit bagi Perindo untuk menembus ambang batas empat persen.

Survei dilakukan pada 7-14 Januari 2014 dengan responden sebanyak 1.200 orang yang dipilih berdasarkan multistage random sampling. Wawancara tatap muka dengan responden dilakukan serentak di 34 propinsi dari tanggal 7 sampai tanggal 14 Januari 2018. Margin of error survei ini adalah plus minus 2,9 persen. ‎

(ce1/aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi