JawaPos Radar | Iklan Jitu

Terancam Gagal Masuk Senayan, Elite PKS Ini Tanggapi dengan Santai

24 Oktober 2018, 14:58:22 WIB | Editor: Kuswandi
Hidayat Nur Wahid
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid saat diwawancarai awak media beberapa waktu lalu (Gunawan Wibisono/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Rilis survei Litbang Kompas menyatakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terancam gagal masuk Senayan di 2019. Elektabilitas yang diraihnya hanya 3,3 persen, terpaut 0,7 persen dari parliamentary threshold 4 persen.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW) tidak risau akan rilis ini. Mengingat ada margin of error 2,8 persen dari lembaga survei tersebut. Sehingga masih terbuka peluang agar elektabilitas PKS diatas 4 persen.

"Partai yang mendapatkan (elektabilitas, Red) diatas 2 persen masih punya kemungkinan besar untuk masuk ke parlemen," kata HNW di kompleks DPR RI Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (24/10).

Selain itu, HNW menilai untuk mengukur elektabilitas tidak bisa hanya mengandalkan 1 lembaga survei. Dia mencontohkan di beberapa lembaga survei PKS mendapat perolehan yang cukup baik, tidak serendah seperti yang dirilis Litbang Kompas.

"Lembaga survei yang lain PKS diatas 4 persen loh, LSI Denny JA 4,2 persen. Bahkan Indobarometer kita 6 persen. Jadi kalau ambil survei jangan satu," jelasnya.

Sementara itu, politikus PKS lainnya, Habin Aboe Bakar Alhabsyi memandang positif hasil survei ini. Menurutnya ini sebagai pemicu agar partainya bekerja lebih baik lagi untuk menarik hati rakyat.

"Saya bahagia dan senang ada intropeksi kita di PKS agar bisa bekerja lebih baik lagi," sambungnya.

Lebih jauh, Anggota Komisi III DPR RI itu menilai temuan Litbang Kompas dengan survei internal partai berbeda. Namun hal itu enggan dijelaskannya. Karena bukan untuk konsumsi publik.

"Kalau survei kita sendiri berbeda dan itu nggak bisa dijelaskan. Kita ambil positif thingking semuanya, semoga apa yang dikatakan mereka memicu PKS untuk bisa lebih diatas angka 4 persen," pungkas Habib.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up