alexametrics

Ribuan Brimob Daerah Masuk Ibu Kota, TKN-BPN Sepakat Perlu Ada Antisipasi

24 April 2019, 00:58:27 WIB

JawaPos.com – Kapolri Tito Karnavian mengerahkan ribuan pasukan Brigade mobil (Brimob) ke Ibu Kota. Masing-masing 200 pasukan dari berbagai daerah. Dari polda Aceh hingga Maluku. Mereka ditempakan di sejumlah titik vital. Salah satunya kompleks Parlemen, Senayan.

Menanggapi itu, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin (TKN Jokowi – Ma’ruf), Ace Hasan Syadzily mengatakan, soal pengerahan ribuan pasukan khusus itu merupakan hak Mabes Polri. Karena demi mengantisipasi kemungkinan adanya kekacauan.

“Karena apa, karena kita tahu bahwa semua mata sekarang ini tertuju pada rekapitulasi suara di kecamatan, kabupatan, dan mungkin provinsi hingga pusat. Oleh karena itu wajar saja pihak kepolisian mengantisipasi. Ini demi antisipasi,” kata Ace di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (23/4).

Menurut Ace, antisipasi itu merupakan langkah sangat penting apalagi petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPP), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) perlu pengamanan.

“Karena kita tahu bahwa pemilu saat ini banyak sekali menimbulkan korban, dan tentu tekanan psikologis para penyelenggara pemilu ini harus betul-betul diantisipasi dengan adanya pengamanan untuk mereka,” jelas politikus Partai Golkar, itu.

Lebih lanjut, Ace menambahkan, memang situasinya membuat semua harus lebih antisipatif, supaya jangan sampai proses tahapan penghitungan yang saat ini sudah di kecamatan, setelah itu kabupaten dan provinsi, berjalan dengan lancar.

“Jadi, sebaiknya semua pihak menahan diri,” tegasnya.

Wakil ketua Komisi VIII DPR itu menambahkan bahwa pengawalan terhadap form C1, itu merupakan hak setiap masyarakat yang dilindungi undang-undang (UU), tetapi jangan berlebihan menilai apa yang dilakukan aparat keamanan.

“Ini semata-mata saya kira bagian dari proses antisipasi menjaga keamanan proses pelaksanaan pemilu saat ini,” katanya.

Diketahui, tak kurang dari 10 ribu personel Brimob akan berada di DKI Jakarta untuk ikut dalam pengamanan pasca-Pemilu 2019. Mabes Polri saat ini menarik bertahap sekitar 6.200 personel pasukan khususnya itu dari sejumlah Kepolisian Daerah (Polda) untuk perbantuan pengamanan ibu kota negara.

Saat ini, sudah tercatat ada 2.000 personel yang sudah tiba lebih dulu di Jakarta, sejak pekan lalu. Juru bicara Mabes Polri, Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo membenarkan kabar tersebut.

“Ya benar. Itu dalam rangka mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) dan giat masyarakat lainnya,” ujar dia di Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Senin (22/4).

Dihubungi terpisah, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahean mengatakan, keamanan merupakan tanggung jawab pihak kepolisian. Oleh karena itu, pihaknya mengaku sepakat dengan kubu 01 perlunya langkah antisipasi yang diambil oleh kepolisian.

“Menurut kami, langkah yang diambil oleh pihak kepolisian adalah langkah antisipasi. Tidak masalah. Sepanjang nanti Brimob-Brimob kita yang berasal dari rakyat ini tidak dibenturkan dengan rakyat kita juga,” tuturnya kepada JawaPos.com, Rabu (24/4).

Ferdinand menambahkan, BPN percaya aparat kepolisian mempunyai pertimbangan sendiri sehingga harus menambah dan memperkuat personel di Ibu Kota, Jakarta. Apalagi nantinya, pengumuman pilpres juga akan diumumkan di Jakarta.

“Di Ibu Kota jugalah nanti akan diumumkan siapa pemenang pilpres nantinya. Maka, langkah antisipasi kepolisian untuk memperkuat sistim keamanan di Jakarta, kita harus percaya sebagai upaya untuk kondusivitas. Jadi, bukan mau diadu oleh masyarakat kita,” terangnya.

Di sisi lain, pihaknya percaya anggota Brimob tidak akan mau diadu dengan masyarakat. Ferdinand juga percaya aparat kepolisian akan menjaga kondusivitas dan keamanan Ibu Kota secara profesional.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Sabik Aji Taufan