alexametrics

Wahai Raja Salman, Janjimu Belum Kau Lunasi

24 Februari 2017, 11:00:05 WIB

JawaPos.com – Rencana kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud ke Indonesia, pekan depan begitu menghebohkan. Selain membawa rombongan yang jumlahnya mencapai 1.500 orang, orang nomor satu di Saudi itu juga membawa perabot mewah untuk digunakan di Indonesia. Misalnya tangga berjalan dan mobil mahalnya yang sangat keren. Tapi sayang, di balik kemewahan itu, Raja Salman punya janji yang belum terlunasi. Yakni menyantuni korban yang tertimpa crane di Mekah. Hingga kini belum jelas.

Seperti diketahui, alat crane di Masjidil Haram jatuh dan menimpa ratusan jamaah haji pada 2015 silam. 

Sebanyak 107 orang meninggal dunia dan 238 orang cidera. Dari jumlah itu, sebanyak 12 jamaah haji asal Indonesia meninggal dan 49 orang luka-luka. 

Terkait insiden itu, Raja Arab menjanjikan santunan sebesar satu juta riyal atau setara Rp 3,8 miliar untuk korban meninggal dan 500 ribu riyal untuk korban luka-luka. Dia juga menjanjikan memberangkatkan haji gratis bagi keluarga korban. Namun, setelah setahun lebih berlalu janji ini belum juga terlaksana. 

Nah, apakah kehadiran Raja Salman nanti akan ada dialog tentang penagihan janji korban crane? Sepertinya tidak. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir atau biasa disapa Tata, menjelaskan komunikasi kedua negara akan fokus pada bidang ekonomi. 

“Pertemuan ini akan membahas kerja sama antara Indonesia dan Arab Saudi di luar konteks haji dan tenaga kerja seperti kerja sama perdagangan dan investasi,” jelas Tata, saat juma pers di Kemenlu, Kamis (23/2). 

“Arab Saudi juga melirik kerja sama tidak hanya di bidang energi saja, tetapi juga pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jalan, penyediaan air bersih dan perumahan,” tambahnya. 

Bentuk kerja sama ini yang akan terus dikembangkan kedua negara dan terus menjadi perhatian Indonesia. Selain itu, di kesempatan sama akan lima MoU yang sudah disepakati kedua negara yang akan dipertimbangkan untuk ditandatangani. 

“Ada lima MoU yakni kerja sama budaya, kesehatan, Islam dan wakaf khususnya dalam rangka promosi Islam moderat melalui dakwah dan pertukaran ulama, pelayanan udara khususnya dalam rangka peningkatan jumlah penerbangan, dan terakhir perjanjian pemberantasan kejahatan. Ada juga MoU lain yang sudah dalam proses finalisasi,” ujarnya. 

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Deding Ishak mengatakan, kunjungan ini sangat bermakna sebagai bukti penghargaan Raja Salman terhadap Presiden Jokowi dan umat Islam indonesia. “Ya kita berharap selain meningkatkan hubungan bilateral di berbagai bidang termasuk realisasi santunan untuk korban crane yang sudah menjadi perhatian dari Raja Salman,” kata Deding kepada Rakyat Merdeka, tadi malam. 

Pengamat Hukum Internasional dari Unpad, Teuku Rezasyah menyayangkan persoalan konsekuensi korban crane perlu dibahas pada pertemuan nanti. Menurut dia, pemerintah punya tanggung jawab moral untuk menagih utang itu. 

“Sayang sekali kalau tidak ditagih,” ujar Reza. Sebenarnya, pemerintah dapat menggunakan cara yang baik untuk menagih kewajiban Raja. Tentunya, dengan cara diplomasi halus dengan nada tidak menyudutkan Saudi. 

Salah satunya, Kemenag perlu mengajak tokoh-tokoh muslim, seperti dari MUI, atau dari ormas NU dan Muhammadiyah atau tokoh yang dekat dengan pemerintahan Arab. Pemerintah juga perlu menjelaskan bahwa ketiadaan santunan itu berdampak buruk pada keluarga korban. Seperti anak yang terlantar karena tiadanya biaya pendidikan dan lain sebagainya. (rm/jpg)

Editor : Thomas Kukuh

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Wahai Raja Salman, Janjimu Belum Kau Lunasi