alexametrics

Tolak Program Deradikalisasi, BNPT Sebut Ba’asyir Hardcore

24 Januari 2019, 14:16:22 WIB

JawaPos.com – Pembebasan terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Ba’asyir diperkirakan akan kembali tersendat. Pasalnya sejumlah persyaratan bebas bersyarat itu tidak terpenuhi, seperti janji setia kepada Pancasila dan NKRI. 

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius mengungkap hambatan lain. Menurutnya, Ba’asyir sama sekali tidak pernah mau mengikuti program deradikalisasi oleh tim assesment. Karena Ba’asyir menganggap program deradikalisasi bertentangan dengan ideologinya. 

“Untuk pembebasan tahanan baik itu narkoba, napiter, kita BNPT adalah bagian dari tim assesment. Ada program deradikalisasi yang kita terapkan pada napi terorisme. Tapi ada juga orang-orang yang hardcore itu tidak mau melaksanakan program deradikalisasi,” kata Suhardi di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (24/1). 

“Hardcore, sama sekali mereka (Ba’asyir, Red) tidak mau ikut itu, karena kan bertentangan (dengan ideologinya, Red). Hardcore sama sekali nggak mau. Tapi yang lainnya, napiter masih ikut untuk ikut memberikan pencerahan,” imbuhnya. 

Suhardi menuturkan, sudah mengerahkan sejumlah ulama untuk memberikan pemahaman kepada Ba’asyir terkait program deradikalisasi. Namun, semuanya tidak berbuah hasil. Ba’asyir tetap kukuh menolaknya.

“Biasanya kita kirim ulama yang lebih tinggi ilmunya. Jangan yang di bawah, di bawah nanti malah diajarin,” terangnya. 

Lebih lanjut, penyandang bintang 3 polri itu menegaskan, dari aspek kemanusiaan Ba’asyir sudah mendapat haknya. Pendampingan khusus karena sudah berusia lanjut sudah diberikan, termasuk fasilitas kesehatan.

“Kita memberi pelayanan terbaik, contohnya ada pendampingan, karena yang bersangkutan sudah umur, sudah tua, itu kan ada pendampingnya, asistennya selama di situ kita berikan khusus. Kemudian kita mudahkan kalau akses kesehatan,” kata dia. 

Meski begitu, lanjut dia, jika Ba’asyir nanti bebas, BNPT tetap akan melakukan monitoring kepada Ba’asyir secara periodik. Hal itu untuk mengantisipsi kemungkinan Ba’asyir kembali melibatkan diri dalam aksi terorisme. 

“Untuk pembebasan bersyarat kita lakukan evaluasi periodik, itu ada tim assessment dan kami bagian dari tim assessment itu. Kita turunkan tim lengkap, dan itu periodik, Ini yang kita kerjakan,” pungkas Suhardi.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads
Tolak Program Deradikalisasi, BNPT Sebut Ba'asyir Hardcore