alexametrics

Hari Ibu Harus Menjadi Momentum Menjaga Perjuangan Hak-Hak Perempuan

23 Desember 2021, 05:12:42 WIB

“RUU-TPKS sangat diharapkan untuk segera menjadi undang-undang agar perlindungan dan pencegahan dari tindak kekerasan seksual yang kerap mengancam perempuan, bisa segera direalisasikan,” tegasnya.

Dalam diskusi tersebut hadir juga Pengamat Bidang Militer dan Pertahanan Keamanan, Connie Rahakundini Bakrie. Menurutnya, jika kembali kepada nasionalisme perempuan di masa lalu, sudah terbukti banyak perempuan berperan aktif dalam skala yang lebih luas di berbagai bidang.

Menurut Connie, sejak abad ke-7 perempuan Aceh sudah sangat menonjol perannya di Nusantara, karena masyarakat Aceh menganut budaya matriarki. Sejarah Aceh juga melahirkan sejumlah negarawan perempuan.

“Sikap digdayanya perempuan Aceh itu juga karena ajaran Islam yang kuat,” ujar Connie.

Mulai terpinggirkannya peran perempuan di Aceh, menurut Connie, terjadi setelah perang kemerdekaan Indonesia karena pengaruh budaya Arab yang cenderung menyampingkan peran perempuan dalam keseharian.

Hal senada juga diungkapkan oleh Peneliti Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Titi Surti Nastiti. Ia berpendapat, di Nusantara pada masa lalu bukan hanya perempuan Aceh yang banyak berkiprah, namun juga perempuan di sejumlah daerah lainnya.

Editor : Dimas Ryandi

Saksikan video menarik berikut ini: