alexametrics

Terapkan Strategi Gotong Royong, PDIP Tak Rekomendasikan Nama Capres

23 Juni 2022, 13:19:17 WIB

JawaPos.com  – PDI Perjuangan (PDIP) menggodok strategi pemenangan pemilu pada rapat kerja nasional (rakernas) hari kedua kemarin (22/6). Namun, forum tersebut tidak mengeluarkan rekomendasi nama calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

Para peserta rakernas hanya membahas strategi menghadapi Pemilu 2024, khususnya terkait dengan struktur dan kerangka operasional pemenangan. Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul dan Wakil Sekjen Bidang Pemerintahan Arif Wibowo menjadi pemateri dalam sesi tersebut.

Rakernas juga membahas pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan elektoral partai. Menurut Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, pihaknya membahas, menyusun, dan menetapkan strategi pemenangan pemilu. ”Nanti di hari ketiga disimpulkan dan kita menyepakati sejumlah rekomendasi untuk dikerjakan,” kata Hasto.

Bambang Wuryanto menyatakan, pihaknya mendapat perintah secara langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk membahas strategi pemenangan pemilihan umum legislatif (pileg) dan pemilihan umum presiden (pilpres). Bambang tidak membuka materi strategi pemenangan pemilu. Yang jelas, kata dia, pihaknya menjalankan strategi berbasis gotong royong. ”Bagaimana pelaksanaannya? Itu sudah dibahas dan klir. Mungkin itu jadi rekomendasi putusan. Jika nanti dikeluarkan SK, kami akan bergerak,” paparnya.

Bambang menegaskan, rakernas tidak akan merekomendasikan nama capres dan cawapres. Menurut dia, seluruh kader partai tidak mempunyai wewenang dalam menentukan kandidat pada Pilpres 2024. Dia mengatakan, Megawati-lah yang memiliki hak prerogatif menentukan capres-cawapres. Sebagai partai yang taat hukum, seluruh kader PDIP tidak akan melangkahi kewenangan Ketum Megawati yang merupakan amanat kongres.

Karena menjadi kewenangan ketua umum, capres dan cawapres tidak menjadi pembahasan rapat komisi pemenangan pemilu dalam rakernas. Bambang juga menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui kapan nama capres dari PDIP diumumkan ke publik.

Ketua Komisi III DPR itu menyatakan, peluang kerja sama dengan partai lain terbuka dalam Pemilu 2024. Walaupun sudah mengantongi suara 20 persen sebagai syarat mengusung capres, PDIP tetap akan menjalin kerja sama dengan partai lain. Sebab, untuk meraih kemenangan dalam pemilu, pihaknya harus meraih suara di atas 50 persen. ”Tentu logika elementer itu menyatakan kemungkinan terjadi kerja sama,” ungkapnya. Namun, dia belum bisa memastikan partai mana yang menjadi mitra kerja sama.

Menurut dia, semua keputusan kerja sama partai berada di tangan Megawati. Menjalin kerja sama antarpartai sudah masuk ranah elite partai. ”Ibu Ketum tentu akan berdialog dengan para pemimpin partai,” urainya. Bambang tak mau memprediksi siapa yang diajak bekerja sama lagi. Menurut dia, semua dipercayakan kepada Megawati.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : lum/far/c19/oni

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads