alexametrics

Pemuda Siap Bantu Rekonsiliasi Pascapemilu

23 Mei 2019, 14:08:05 WIB

JawaPos.com – Rekonsiliasi setelah penetapan hasil Pilpres 2019 perlu dilakukan lebih cepat. Upaya itu untuk menjaga stabilitas politik nasional. Hanya saja hingga kini kedua kubu belum menunjukkan hasil seperti yang diharapkan dalam rekonsiliasi. Padahal rekonsiliasi itu penting untuk merajut kembali kondisi nasional pascapemilu.

Untuk itu, sejumlah organisasi kepemudaan (OKP) beriktikad baik untuk menjembatani rekonsiliasi untuk kedua kubu. Baik antara Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto.

Dorongan konsesus ini muncul setelah beberapa OKP bertemu di Jakarta, Rabu (22/5) malam. Hadir ketika Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas dan Sekjen Abdul Rochman; Ketua Umum DPP KNPI Noer Fajrieansyah dan Sekjen Addin Jauharuddin; Sekjen MPN Pemuda Pancasila Arif Rahman; Sekjen GEMABUDHI Karsono; Sekjend Pemuda Katholik Christoper Nugroha, Sekjen DPP GAMKI GAMKI Putu; perwakilan Pemuda Muhammadiyah, dan Ketua Umum Generasi Muda Mathla’ul Anwar Ahmad Nawawi.

Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qaumas berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan aksi-aksi dari kelompok yang mengatasnamakan kecurangan Pemilu. Menurutnya, aksi yang digelar sejak Selasa (21/5) hingga Rabu (22/5) jelas melenceng dari kepentingan Pemilu.

Yaqut berharap presiden dan wakil presiden terpilih Jokowi-Ma’ruf Amin segera melakukan langkah-langkah aktif dalam rangka rekonsiliasi bangsa. Menurutnya, rekonsiliasi ini penting karena diakui telah terjadi kerenggangan atau polarisasi baik di tingkat elite maupun di tengah masyarakat.

“Saatnya kita melepaskan ego-ego politik jangka pendek. Semua harus berpikir positif ke depan untuk kemajuan dan persatuan bangsa,” ajak Yaqut Cholil Qaumas dalam keterangan persnya, Kamis (23/5).

Sekjen DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Addin Jauharudin mengatakan, ketegangan yang terjadi setelah Pemilu harus segera diakhiri. Komitmen ini penting karena bangsa ini memiliki agenda panjang yang lebih besar seperti membangun sumber daya manusia yang siap berkompetisi di pentas global.

“Organiasi-organisasi pemuda siap menginisiasi pertemuan antara Jokowi dan Prabowo demi bisa meredakan situasi. Ini semacam rekonsiliasi,” terang Addin.

Untuk mewujudkan pertemuan tersebut, diakui bukan hal yang mudah karena masih diliputi rasa ketidakpuasan atas hasil Pemilu. Namun demikian, Addin optimistis rekonsiliasi dapat dilakukan jika ada niat sungguh-sungguh dan keterbukaan. Untuk merealisasikan komitmen tersebut, pihaknya lebih dulu akan bertemu dengan tokoh-tokoh pemuda yang ada di masing-masing parpol.

“Parpol juga harus turut mendinginkan situasi ini. Karena kita tahu ada parpol yang naif menerima hasil Pemilu Legislatif tapi untuk Pemilu Presiden tidak,” terang mantan Ketua Umum PB PMII ini.

Ketua Umum Generasi Muda Mathla’ul Anwar Ahmad Nawawi dan Sekjen Pemuda Pancasila Arif Rahman pun memberikan dorongan serupa. Menurut Nawawi, pertemuan para tokoh bangsa atau stakeholder harus segera duduk bersama. Semua pihak harus legawa untuk menerima hasil Pemilu.

“Saya sangat terima kasih kepada Ansor hari ini di tengah peringatan Nuzulul Qur’an memfasilatasi pertemuan para organiasi pemuda agar ada solusi atas kemelut bangsa saat ini,” jelas Nawawi.

Menurut dia, aksi dalam dua hari terakhir sudah tidak murni atau by design. “Ini sudah ada tujuan tidak baik yakni membuat negara kacau (chaos). Ini harus ditindak tegas. Maka penutupan media sosial seperti sangat baik untuk meminimalisasi kekacauan,” terangnya.

Editor : Ilham Safutra



Close Ads