alexametrics

Ma’ruf Amin Ternyata Nyaris Jadi Polisi, Batal Gara-gara Sang Nenek

23 Maret 2019, 11:41:15 WIB

JawaPos.com – Jika menyebut nama Ma’ruf Amin tentu yang terbesit di benak masyarakat adalah seorang kiai, atau Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). Label tokoh ulama selalu melekat pada putra Banten itu.

Namun, jauh sebelum seperti sekarang, Ma’ruf ternyata hampir menjadi anggota polisi. Tepatnya, kisah itu itu terjadi pada 1965.

Kala itu, usianya masih muda, 22 tahun. Tawaran menjadi penegak hukum sampai ke tangannya. Katanya, sudah tinggal panggilan saja.

“Saya pernah diberi tawaran untuk jadi polisi. Itu sekitar tahun 65 itu. Dan saya dipanggil untuk jadi polisi,” ujar Ma’ruf di Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (22/3).

Undangan tersebut tidak disambut baik oleh neneknya, yang sudah mengasuh Ma’ruf sejak muda karena ibundanya meninggal. Sang nenek bersikukuh cucunya untuk mengikuti jalur karir keluarga sebagai ulama dan kiai.

“Karena saya diasuh nenek saya sudah meninggal sejak SD kelas 4. Tapi nenek saya bilang kamu jangan jadi polisi, jadi kiai aja. Jadi saya jalurnya jalur kiai, ulama,” ucap Ma’ruf.

Diceritakan Ketua Umum MUI itu bahwa keluarganya menekuni profesi keagamaan sebagai seorang ulama. Ayahnya, juga seorang kiai, yang mengirim Ma’ruf untuk mondok di pesantren pun ayahnya.

“Ayah saya kiai, keluarga kakek saya kiai, jadi memang saya menjadi keluarga kiai,” paparnya.

Sang Ayah lantas menginginkan anaknya belajar di pesantren tradisionaL. “Jadi yang boleh itu di Tebuireng, makanya saya mondoknya di Tebuireng (Jawa Timur),” tandas Ma’ruf.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : Sabik Aji Taufan

Copy Editor :

Ma'ruf Amin Ternyata Nyaris Jadi Polisi, Batal Gara-gara Sang Nenek