alexametrics

Ma’ruf Amin Tegur MUI DKI Usai Malam Munajat 212

23 Februari 2019, 11:15:47 WIB

JawaPos.com – Malam Munajat 212 di Monas Jakarta, Kamis (21/2) disebut-sebut telah disusupi kepentingan politik. Wakil Ketua Umun Partai Gerindra, Fadli Zon bahkan sempat mengacungkan simbol dua jari khas yang biasa digunakan oleh kubu Prabowo-Sandi.

Menanggapi itu, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma’ruf Amin memberikan teguran kepada MUI DKI selaku pihak yang ikut memelopori kegiatan doa bersama itu. Ia menyebut MUI tidak boleh digunakan sebagai kendaraan politik.

“MUI DKI jangan menggunakan MUI sebagai kendaraan politik, itu menyimpang dari kesepakatan,” ujar Ma’ruf di Rumah Situbondo Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (23/2).

Meski begitu, Ma’ruf mengatakan, penyelenggaraan malam munajat sebetulnya tidak ada yang salah. Namun, masalah muncul ketika di dalamnya ada kepentingan politik.

“Bersilahturahim tidak ada masalah, yang penting jangan 212 dijadikan kendaraan politik, itu aja,” sambungnya.

Mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu menjelaskan, MUI harus berdiri independen. Bahkan sekalipun dirinya menjadi Cawapres, tetap menjaga agar tidak menggunakan MUI untuk kepentingan politiknya.

“Saya ini Ketua Umum MUI, saya Cawapres tapi saya tidak mau menggunakan MUI sebagai kendaraan politik saya, MUI biar independen, tidak boleh digunakan, itu sudah menjadi kesepakatan,” terangnya.

Di sisi lain, Ma’ruf menilai urusan 212 sudah usai. Fatwa yang dulu pernah dibuatnya sudah berakhir dengan vonis pidana bagi mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Jadi kalau soal 212 itu sebenarnya masalahnya sudah selesai, kenapa? Karena kan sifatnya penegakan hukum,” pungkasnya.

Editor : Kuswandi

Reporter : Sabik Aji Taufan

Ma'ruf Amin Tegur MUI DKI Usai Malam Munajat 212