alexametrics
Pembangunan Infrastruktur Dikritik JK

Fadli Singgung Jawaban Jokowi Saat Debat, ‘Berbeda Pendapat, Biasa’

23 Januari 2019, 17:45:50 WIB

JawaPos.com – Di tengah gencarnya proyek pembangunan infrastruktur oleh pemerintah, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengkritik beberapa proyek yang dinilai tidak efisien. Misalnya, proyek Light Rapid Transit (LRT) Palembang dan kereta api trans-Sulawesi yang menghubungkan Makassar-Parepare.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengapresiasi kejujuran JK yang menilai masih adanya masalah dalam pembangunan infrastruktur oleh pemerintah. Fadli menilai, kritik dari mantan ketua umum Partai Golkar itu mencerminkan pemikiran seorang negarawan.

“Saya kira Pak JK semakin menunjukkan diri sebagai seorang negarawan. Saya sih apresiasi sikapnya Pak JK belakangan ini yang mau bicara apa adanya dan obyektif,” kata Fadli di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (23/1).

Fadli menambahkan, sebagai wakil presiden, JK memang punya tanggung jawab untuk mengingatkan berjalannya pembangunan infrastruktur. Maka dari itu, ia mengapresiasi kejujuran JK.

“Artinya beliau (JK) punya tanggung jawab dalam sisa jabatannya untuk berbicara apa adanya. Mungkin kemarin agak kurang enak (mengkritik). Tapi, sekarang waktunya sudah terbatas,” tuturnya.

Ketika disinggung awak media apakah JK maupun Jokowi tidak sejalan lagi, Fadli menjawab diplomatis. Dia mengungkit, pernyataan mantan Wali Kota Surakarta itu dalam debat perdana lalu.

“Kemarin saat debat kan (Jokowi bilang) biasa terjadi perbedaan pendapat. Saya kira kan sah-sah saja perbedaan pendapat. Ini menunjukkan bahwa memang selama ini juga tidak ada koordinasi,” tuturnya.

“Mungkin Pak JK sekarang punya tanggung jawab di akhir masa jabatan untuk bicara apa adanya. Karena saya kira nanti akan dimintai pertanggungjawaban dan saya kira peran Pak JK belakangan ini baguslah untuk mengoreksi dari dalam (pemerintah),” pungkasnya.

Diketahui, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) beberapa kali menyampaikan kritik terhadap beberapa proyek infrastruktur pemerintah. Mulai dari proyek pembangunan LRT Palembang sampai dengan kereta api trans-Sulawesi. Kereta api trans-Sulawesi misalnya, yang menurut JK tidak efisien, lantaran bakalan sepi penumpang.

“Sama kereta api Sulawesi, Manado, siapa yang mau naik ke Makassar? Barang apa yang mau diangkut dari selatan ke utara, utara ke selatan? Hanya perpendek saja di Sulawesi untuk kebutuhan memperbaiki industri. Kalau barang tidak akan efisien,” kata JK.

Sementara itu, dalam kasus LRT Palembang dianggap untuk ajang percobaan turis lokal untuk datang. Sedangkan JK juga mengkritik, LRT Jabodetabek yang menelan biaya mahal. Bahkan sampai mencapai Rp 500 miliar per kilometernya (km).

Menurutnya, pembangunan LRT dengan skema elevated (layang) juga dinilai kurang efektif.

“Saya kasih contoh, membangun LRT ke arah Bogor dengan elevated (layang). Buat apa elevated kalau hanya berada di samping jalan tol?” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Igman Ibrahim



Close Ads
Fadli Singgung Jawaban Jokowi Saat Debat, 'Berbeda Pendapat, Biasa'