alexametrics

Sepakat dengan Lukas, Senator Asal Papua Minta TNI Menahan Diri

22 Desember 2018, 11:32:04 WIB

JawaPos.com – Gubernur Papua, Lukas Enembe membuat pernyataan kontroversial. Yaitu dengan meminta pasukan TNI untuk mundur dari operasi penangkapan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Nduga, Papua.

Wakil Ketua Komite II DPD RI asal Papua, Carles Simaremare menanggapi wajar keinginan Lukas. Mengingat di Papua bulan Desember merupakan waktu sakral bagi rakyat untuk merayakan natal dan tahun baru.

Tentu di masa-masa seperti sekarang rakyat di sana ingin merayakan natal dan tahun tanpa adanya kontak senjata antara aparat dengan KKB. Sehingga harus dimaklumi permintaan dari Gubernur Papua.

“Hanya Bulan ini biasanya semua keluarga berkumpul dari berbagai daerah, sehingga sangat bisa maklumi dan itu sangat memang harapkan seluruh masyarakat Papua betul-betul mengisi Desember sampai tahun baru dalam suasana damai jangan sampai ada air mata,” ujar Carles saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (22/12).

Meski demikian, Carles enggan menyebut jika dirinya ikut meminta TNI mundur dari operasinya. Hanya saja dia berharap aparat bersenjata sementara lebih menahan diri dalam pengejaran KKB di Papua.

“Saya tidak berkata TNI harus berhenti. Artinya dalam suasana sekarang cooling down dulu supaya dengan tenang tentram masyarakat Papua bisa rayakan hari keagamaan,” imbuhnya.

Permintaan itu bukan tanpa alasan, pasalnya apabila operasi terus digencarkan, maka masyarakat setempat pun bisa ikut khawatir turut menjadi korban. Karena tidak menutup kemungkinan terjadi salah tangkap. Karena banyak warga dari luar daerah akan kembali ke Nduga.

“Walaupun yang dikejar itu kelompok yang melakukan pembunuhan itu yah, tapi kan mau tidak mau masyarakat di Nduga itu akan was-was jangan sampai salah (tangkap, Red),” tandas Carles.

Editor : Kuswandi

Reporter : (sat/JPC)



Close Ads
Sepakat dengan Lukas, Senator Asal Papua Minta TNI Menahan Diri