alexametrics

HNW Cerita Soal Sultan Syarif yang Menyumbang Indonesia Rp 14 Triliun

22 November 2019, 17:18:11 WIB

JawaPos.com – Untuk merajut kebersamaan, bangsa Indonesia harus memahami sejarah bangsanya sendiri. Itu diungkapkan oleh Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW).

Menurutnya, dengan memahami sejarah bangsa, maka satu sama lain akan saling mengerti bahwa setiap elemen bangsa memiliki peran yang luar biasa, dari mulai perjuangan merebut kemerdekaan sampai pendirian negara Indonesia.

“Harus ada kesadaran kolektif, agar seluruh bangsa ini bisa saling memahami kontribusi setiap elemen yang ada di negeri ini,” ujar HNW saat menjadi narasumber Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kerja sama MPR dengan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Pekanbaru, Provinsi Riau, Jumat (22/11).

Bagi HNW, pemahaman anak bangsa akan sejarah bangsanya sangat penting. Selain timbul kesadaran tentang betapa besarnya kiprah seluruh elemen bangsa terhadap perjalanan negara Indonesia, juga memberikan wawasan dan pencerahan untuk generasi muda, yang masih minim pengetahuan sejarah Indonesia.

HNW memberikan contoh, umat Islam adalah salah satu elemen bangsa, yang selalu diberikan citra negatif, antara lain radikal, akibat beberapa peristiwa teror yang dilakukan segelintir oknum.

Akibatnya, berbagai fitnah dan Islamophobia marak terjadi. Padahal, dalam catatan sejarah bangsa, betapa umat dan ulama Islam memiliki peran yang sangat besar dalam perjalanan sejarah bangsa hingga kini.

Beberapa contoh diantaranya, seorang tokoh besar Islam di tanah Riau, Yang Dipertuan Besar Syarif Kasim Abdul Jalil Saifuddin atau Sultan Syarif Kasim II Sultan ke-12 Kesultanan Siak. Beliau merupakan seorang pendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Tidak lama setelah proklamasi, Sultan Syarif menyatakan Kesultanan Siak sebagai bagian wilayah Indonesia. Bukan hanya itu, Sultan Syarif juga menyumbang harta kekayaannya sejumlah 13 juta gulden (sekitar Rp 1,4 Triliun Rupiah) untuk pemerintah Republik.

Selain Sultan Syarif, masih banyak lagi tokoh Islam seperti Syarif Abdul Hamid Alkadrie bergelar Sultan Hamid II dari Pontianak, perancang lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila.

Lalu ada Muhammad Husein bin Salim bin Ahmad bin Salim bin Ahmad al-Muthahar atau yang lebih dikenal dengan nama H. Mutahar, seorang pencipta lagu-lagu perjuangan, lalu sang pencetus mosi integral Muhammad Natsir.

Intinya, lanjut HNW, jika antar elemen bangsa yang berbeda-beda saling memahami peran dan kiprah yang sama bagi berdirinya negara Indonesia, maka akan semakin kuat rajutan persatuan bangsa Indonesia, saat ini dan di masa depan.

“Karena itu, untuk generasi muda Islam, saya berpesan agar meneladani tokoh-tokoh dan ulama-ulama Islam yang sangat besar perannya untuk bangsa dan negara,” paparnya.

Hadir juga pembicara lainnya yakni, anggota MPR dari kelompok DPD Provinsi Riau Muhammad Gazali, Wakil Rektor III Universitas Riau Dr. Iwantono dan perwakilan Pemprov Riau.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : ARM



Close Ads