alexametrics

Erick Thohir Pastikan Ahok Mundur dari Partai, Begini Respons PDIP

22 November 2019, 19:31:05 WIB

JawaPos.com – Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dipastikan akan mendapat kursi di jajaran perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Di kantor plat merah itu, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut akan menduduki jabatan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Sehingga, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta Ahok untuk mundur dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Menanggapi itu, Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan, Ahok tak harus mundur dari keanggotaannya di partai ketika diangkat sebagai komisaris BUMN. Sebab di dalam Undang-undang BUMN tidak ada kewajiban mundur ketika jabatannya komisaris.

“Kalau posisinya adalah sebagai komisaris, berdasarkan ketentuan undang-undang BUMN, Pak Ahok tidak masuk di dalam kategori sebagai pimpinan, dewan pimpinan partai. Dengan demikian tidak harus mengundurkan diri berdasarkan ketentuan undang-undang,” kata Hasto di Wisma Kinasih, Depok, Jawa Barat, Jumat (22/11).

Oleh karena itu, Hasto meminta agar tak ada kecurigaan berlebih terkait keberadaan Ahok di BUMN. Apalagi jika dianggap akan menjadi jembatan kongkalikong dengan kepentingan koruptif. Menurutnya, kader PDIP bukan kali pertama menjalankan kekuasaan pemerintahan.

Pada 2001 hingga 2004, Megawati Soekarnoputri sebagai presiden menghadapi krisis multidimensi karena juga menjabat Ketua Umum partai. Namun hasilnya kepentingan partai dan kepentingan di dalam pengelolaan negara dipisahkan dengan mengedepankan kepentingan bangsa dan negara. Di mana saat itu skala prioritas adalah menyelesaikan krisis multidimensi.

“Karena itulah kami menjaga marwah kekuasaan untuk bangsa dan negara, bukan untuk kepentingan orang perorang. Demikian pula di dalam pengelolaan BUMN itu sendiri,” jelas Hasto.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) harus mundur dari partai politik jika menerima tugas sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Erick mengatakan, semua komisaris dan direksi BUMN harus bebas dari kepentingan politik sehingga dapat menjaga independensi mereka.

“Pasti (mundur). Semua komisaris di BUMN, apalagi Direkti harus mundur dari partai. Itu sudah clear,” kata Erick kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (22/11).

Lebih lanjut Erick menyampaikan keputusan menempatkan Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina sudah mendapat persetujuan dari pihak-pihak terkait, utamanya Tim Penilai Akhir (TPA). Di samping itu, konsekuensi harus mundur dari PDIP juga telah dipahami oleh mantan Bupati Belitung Timur itu.

“Iya dong. Semua nama yang diajak bicara kami kasih tahu. Semua ini karena apa, tentu independensi dari BUMN sangat dipentingkan,” imbuh mantan Presiden Inter Milan itu.

Dia pun percaya bahwa Ahok segera akan mengurus pengunduran dirinya dari partai berlambang banteng moncong putih itu. “Insya Allah orang-orang yang punya itikad baik pasti semua tahu risiko bagaimana mengabdi untuk negara,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui kabar mengejutkan datang Jumat (22/11) sore dari Istana Negara. Nama Ahok direstui TPA dan lolos sebagai Komisaris Utama Pertamina. Ahok akan didampingi Budi Gunadi Sadikin (BGS) yang akan menjabat sebagai Wakil Komut Pertamina. BGS kini masih berstatus sebagai Wakil Menteri BUMN, bersama Kartika Wirjoatmodjo mendampingi Erick Thohir.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads