alexametrics

Ketua MPR Yakin Jokowi Sudah Berhitung Soal Prabowo di Kabinet

22 Oktober 2019, 14:51:09 WIB

JawaPos.com – Sudah dua hari ini Presiden Joko Widodo terus memanggil satu per satu para calon menterinya ke Istana. Salah satu yang hadir dan menyita perhatian publik adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Kabar soal Prabowo akan menjadi menteri atau pembantu Presiden Joko Widodo pun langsung menguat. Sejumlah kalangan pun langsung merespon peristiwa politik itu.

Ketua MPR Bambang Soesatyo menyatakan, jika sampai Prabowo menjadi menteri di Kabinet Jokowi maka itu sudah melalui kalkulasi politik yang matang.

“Saya kira apa yang muncul hari-hari ini, termasuk Pak Prabowo, merupakan rekonsiliasi politik yang ingin diciptakan Pak Jokowi untuk stabilitas pemerintahan lima tahun mendatang,” kata politikus Golkar yang akrab disapa Bamsoet ini di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (22/10).

Walaupun, lanjut Bamsoet sesungguhnya rekonsiliasi sudah tercipta di parlemen, tetapi mungkin ingin diperkuat di kabinet pemerintah. Ia juga mendengar informasi bahwa Prabowo akan ditempatkan di posisi menteri pertahanan (menhan).

“Pak Prabowo, sementara ini yang saya dengar diplot sebagai menhan. Kompetensi beliau di bidang pertahanan,” paparnya.

Bamsoet mengaku, tidak membaca adanya banyak penolakan ihwal bergabungnya Prabowo. Dia justru mendengar banyak yang men-support Prabowo di posisi menhan.

“Tidak ada masalah. Saya pribadi juga meyakini beliau punya kompetensi di sana,” katanya.

Selain itu, kata Bamsoet, tidak ada masalah juga kalau Partai Gerindra menduduki pos menteri pertanian. Karena kompetensi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo atau Partai Gerindra di sektor pertanian sangat baik.

Bahkan, kata Bamsoet, Prabowo Subianto punya pengalaman sebagai mantan ketua umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) sehingga memiliki kemampuan di sektor pertanian.

Bamsoet mengatakan, ketika pimpinan MPR bertemu Prabowo beberapa waktu lalu, mantan Danjen Kopassus TNI AD itu juga menyampaikan pandangan dan visi terhadap pertanian ke depan harus swasembada.

“Jadi, menurut saya, kalau Gerindra masuk di sektor pertanian itu bukan omong kosong, mereka punya konsep  yang menurut saya luar biasa bagus,” ungkapnya.

Lebih jauh mantan ketua DPR juga menilai kalau benar Partai Gerindra bergabung ke dalam pemerintahan, tidak akan membuat check and balance berkurang.

“Malah saya berharap para menteri ke depan bekerja lebih keras lagi, supaya presiden tidak dikritik parlemen,” pungkasnya.

“Saya yakin tidak menghilangkan kekritisan terhadap pemerintah, karena yang dikriti bukan presiden tetapi kebijakan dan langkah-langkah para menteri,” ujarnya.

Bamsoet juga menegaskan bahwa pemilihan menteri adalah hak prerogatif presiden. Dia meyakini presiden memiliki kalkulasi politik yang matang

“Apakah itu untuk menguatkan rekonsiliasi yang ada baik di tataran elite atau di akar rumput, maupun target-target capaian  pemerintah yang akan datang,” katanya.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads