alexametrics

Eks Anggota Bawaslu: KPU Jangan jadi Komisi Penyiksa Umum

22 September 2020, 12:15:13 WIB

JawaPos.com – Penasihat Pemantauan Kemitraan, Wahidah Suaib mengeluhkan kenapa pemerintah, DPR dan penyelenggara pemilu ngotot menyelenggarakan Pilkada di tengah pandemi Covid-19 di tanah air.

Wahidah menjelaskan, sebelum diselenggarakan Pilkada serentak ini saja sudah banyak penyelenggara pemilu yang tertular virus Korona. Sehingga aneh Pilkada tetap dilaksanakan.

“Seperti yang kita khawatirkan bersama, kita sudah memprediksi bahwa dipaksakan akan berakibat fatal. Pilkada yang dipaksakan di tengah pandemi menimbulkan fakta yang memprihatinkan,” ujar Wahidah dalam diskusi yang diselenggarakan secara daring di Jakarta, Selasa (22/9).

Wahidah mengatakan dari data yang ia dapatkan, per 10 Semptember 2020 sebanyak 60 orang bakal calon kepala daerah yang tertular virus tersebut.

Kemudian, ‎per tanggal 21 September telah ada 163 orang jajaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang terkena Covid-19 mulai dari sekretariat hingga panwaslu kecamatan dan desa, kelurahan.

“Kemudian bulan lalu juga dikejutkan bahwa 96 panwaslu di Boyolali terkena Covid-19,” katanya.

Baca juga: Batal Ditunda, DPR dan Pemerintah Tetap Ingin Pilkada Serentak Digelar

Lebih lanjut, mantan Anggota Bawa‎slu ini menuturkan, sebanyak 21 staf di KPU pusat yang positif Covid-19. Ditambah tiga komisioner yang tertular virus Korona seperti Arief Budiman, Evi Novida Ginting Manik dan Pramono Ubaid Tanthowi.

“Kemudian ‎sejumlah komisioner KPU Provinsi dan kab/kota, ‎di antaranya, ketua KPU Riau, dan ketua KPU Sulsel, dan salah satu komisioner KPU Papua,” ungkapnya.

“Ini fakta yang mestinya jadi pembelajaran untuk kemudian menunda Pilkada ini. Untuk KPU sendiri, berpilkada bukan cuma keselamatan, tapi juga kenyamanan dalam menjalankan tugas. Jadi KPU jangan sampai menjadi komisi penyiksa umum,” tuturnya.

Ketidaknyamanan dimaksud Wahidah, adalah penyelenggara pemilu di tingkat desa dan kota harus menggunakan masker, mereka melakukan verifikasi data dengan menggunakan pengaman supaya tidak tertulat virus Korona sepanjang hari.

“Mereka memferivikasi sekian banyak data, mengawasi tahapan kampanye nanti dengan berpanas-panasan menggunakan pengaman sepanjang hari, sejujurnya tersiksa dan tidak nyaman bag mereka. Mohon peka melihat kondisi lapangan. Butuh kepekaan para penyelenggara di tingkat atas melihat hal ini,” tegasnya.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Kuswandi

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads