alexametrics

Covid-19 Menggila, Mega Ngaku di-Lock Down oleh Anak-anaknya

22 Juni 2021, 00:32:06 WIB

JawaPos.com – Presiden RI Kelima, Megawati Soekarnoputri, mengajak rakyat Indonesia memperkuat gotong royong dan kedisiplinan diri dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang makin meningkat belakangan ini. Menurutnya, itu semua bisa terjadi karena ada kecenderungan warga yang kurang bersedia menegakkan kedisiplinan protokol pencegahan covid-19.

“Kalau saya tanya, warga pasti bilangnya sudah bosan. Siapa yang tak bosan dengan kondisi ini? Tapi apakah karena kita bosan maka boleh melanggar aturan yang sebenarnya juga baik dari sisi kesehatan,” kata Megawati saat berpidato di peresmian kompleks rumah adat atau baileo, monumen, dan jalan Ir. Soekarno, di Masohi, Maluku Tengah, secara virtual, Senin (21/6).

Megawati mengaku dirinya mendapat informasi bahwa terjadi kenaikan angka penderita covid 19 di setidaknya 10 provinsi. Termasuk di Jawa Tengah dan DKI Jakarta. Baginya, itu semua bisa terjadi karena ada kecenderungan warga yang kurang bersedia menegakkan kedisiplinan protokol pencegahan Covid-19.

Dirinya berbicara lewat virtual dari kediaman pribadinya di Jakarta. Saat itu Megawati tak memakai masker. Namun, dirinya tak memakai masker bukan karena tak disiplin. Namun tempat dia tersebut sudah di-disinfektan. Bahkan Mega mengaku telah menjalani ‘lockdown’ di rumahnya sendiri.

Baca Juga: Tak Terima Candaan Yasonna Soal AHY, Santoso Demokrat Ngomong Begini

“Saya sendiri di lock down oleh anak-anak saya. Tak boleh kemana-mana, sudah 1,5 tahun. Makanya mayoritas saya webinar terus. Saya sebenarnya ingin ke Masohi, tapi bagaimana lagi? Ini kan demi menjaga kesehatan,” kata Megawati.

“Saya umurnya 74,5. Tahun depan sudah 75.  Waktu saya wapres, tim dokter pantau saya terus. Tapi Alhamdulillah saya sehat walafiat, mohon doanya,” tambahnya.

Megawati juga menuturkan, bahwa berada di rumah sendiri tak menghalangi produktivitas dirinya. Sebagai ketua umum partai, dirinya tak boleh ke kantor partai. Apalagi Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menutup kantor partai demi mengurangi aktivitas.

“Tetap bisa produktif. Saya sudah menjalani 103 webinar kegiatan partai,” papar Megawati.

Selain memperkuat disiplin, Megawati juga meminta agar kegotongroyongan dengan menguatkan rasa kemanusiaan. Sehingga ada tindakan nyata berbagi demi meringankan beban saudara-saudara yang membutuhkan.

“Mari bergotong royong mengatasi pandemi dan saling mengingatkan untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan,” kata Megawati.

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya memang terus mencermati perkembangan akibat Covid-19 dimana lonjakan penderita sangat mengkhawatirkan. Partainya mengajak semua warga bergotong royong mengatasi covid-19 ini.

“Kami menempatkan penanganan Covid-19 sebagai prioritas utama. Covid-19 dan variannya tidak bisa dipandang remeh,” kata Hasto.

Partainya sudah menegaskan berbagai program partai seperti membantu penegakan disiplin penggunaan masker, jaga jarak, cuci tangan, program preventif dengan hidup sehat serta meningkatkan daya imunitas tubuh. Ada juga program mendorong gerakan menanam tanaman yang bisa dimakan, serta program gotong royong untuk masyarakat yang terkena Covid-19.

“Termasuk kantor DPP PDI Perjuangan memang diputuskan untuk ditutup sebagian demi mengurangi aktivitas. Sebagian bekerja dari rumah,” ujar Hasto.

Editor : Dimas Ryandi

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads