alexametrics

Gunakan Dana PEN untuk Ibu Kota Baru, Begini Respons PKS

22 Januari 2022, 18:03:16 WIB

JawaPos.com – Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid menilai bahwa pemerintah lebih mementingkan agenda pemindahan ibu kota ketimbang mengutamakan pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak akibat pandemi Covid-19. “Ini kebijakan yang salah prioritas dan sudah menabrak rasionalitas publik. Pemerintah tega sekali mengorbankan agenda prioritas pemulihan ekonomi masyarakat demi pindah ibu kota,” ujar Kholid kepada wartawan, Sabtu (22/1).

Kholid memandang bahwa pemerintah seharusnya mengalokasikan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk melindungi dan memulihkan ekonomi masyarakat akibat terdampak pandemi Covid-19 bukan untuk membiayai megaproyek ibu kota baru.

Sebagaimana diatur dalam UU Nomor 2 Tahun 2020 Pasal 11 bahwa penggunaan dana PEN hanya ditujukan untuk penyelamatan perekonomian nasional, perlindungan dan peningkatan kegiatan ekonomi usaha masyarakat, dan menjaga stabilitas sistem keuangan dan perekonomian nasional. Sedangkan megaproyek pemindahan Ibu Kota Baru tersebut tidak masuk dalam kriteria penerima PEN.

“Pemerintah justru tidak patuh terhadap norma hukum yang mereka buat sendiri dalam Perppu yang mereka terbitkan di tahun 2020,” katanya.

Selain itu, Kholid menilai bahwa Pemerintah tampak tidak punya perencanaan yang baik dengan proyek IKN ini. Hal ini lantaran terburu-buru dalam hal pembahasannya.

Berdasar itu, Kholid juga mengingatkan kepada pemerintah agar menepati janjinya agar proyek ibu kota negara tidak akan membebani Anggarapan Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Presiden sebelumnya sudah berjanji bahwa IKN tidak akan bebani APBN. Faktanya sekarang justru sebaliknya. Skema pembiayaan separuh lebih akan ditanggung oleh pajak rakyat dan utang melalui mekanisme APBN,” tuturnya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Gunawan Wibisono

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads