JawaPos Radar | Iklan Jitu

Adik Kandung Prabowo Beberkan Drama Penunjukkan Jokowi di Pilkada DKI

22 Januari 2019, 10:12:06 WIB
Hashim Djojohadikusumo
Hashim Djojohadikusumo, saat diwawancara awak media beberapa waktu lalu (Igman/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kemunculan nama Joko Widodo (Jokowi) dikancah politik nasional bisa dibilang cukup mengejutkan. Bertarung di Pilkada DKI Jakarta 2012 lalu, banyak yang heran dengan penunjukkan mantan Wali Kota Solo tersebut.

Namun, siapa sangka penunjukkan Jokowi di Pilkada DKI Jakarta lalu melalui drama panjang. Momen krusial ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo, saat berbincang dengan awak media di media center Prabowo-Sandi, Jakarta, Senin (21/1).

Menurut Hashim, nama Jokowi semula tidak ada daftar nama yang bakal diusung oleh PDI Perjuangan di Pilkada DKI Jakarta lalu. Alasannya, ayah dari Kaesangan Pangarep itu dinilai tidak punya uang oleh Megawati Soekarnoputri dan sejumlah petinggi PDIP lainnya.

"Waktu itu agak alot, beberapa kali pak Prabowo ketemu ibu Mega, pernah di Lenteng agung, beberapa kali dan dihadiri beberapa kali petinggi PDIP. Awalnya mereka tidak mau terima. Mereka bilang pak Jokowi tidak punya uang," katanya.

Semula, Adik kandung Prabowo Subianto itu bercerita, PDIP dan Megawati mengusulkan petahana yakni Fauzi Bowo untuk melaju di Pilkada DKI Jakarta lalu. Namun kala itu, Prabowo mendesak sang ketua umum PDIP itu memberikan tiket kepada Jokowi.

"Pak Prabowo yang usulkan Jokowi ke Mega. Pada awalnya Bu Mega nggak mau ke Jokowi tapi Prabowo desak dan akhirnya Bu Mega setuju," tuturnya.

Lebih lanjut, Hashim mengungkapkan bahwa Prabowo sempat alot untuk meyakinkan untuk memilih Jokowi kepada Megawati. Namun saat itu Prabowo berkomitmen untuk memperjuangkan kepala daerah baru.

"Pak Prabowo melihat pak Jokowi sosok seorang kepala daerah yang jujur, yang baik, dan itulah yang perlu untuk memikirkan Jakarta. Dan pak Prabowo merasa Jakarta perlu seorang pemimpin yang baru," tuturnya.

Atas dasar itu semua, Hashim menyesalkan pernyataan Jokowi yang menyebut tidak pernah mengeluarkan uang di Pilkada DKI Jakarta lalu. Padahalnya, dia dan Prabowo merupakan donatur terbesar untuk pemenangan Jokowi.

"Saya heran waktu di debat (Jokowi) kok bilang nggak pakai uang. Maaf ya ini tidak logis. Di Indonesia untuk setiap pencalonan harus ada uang, untuk bayar saksi itu berapa, minimal 100 atau 300 ribu," pungkasnya.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Igman Ibrahim

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up