alexametrics

Sekjen Partai Gelora Endus Bibit Partai Baru Pendukung Rizieq Shihab

21 November 2020, 15:24:56 WIB

JawaPos.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelora, Mahfuz Sidik memandang konflik politik masih terjadi di dalam negeri hingga saat ini. Mahfuz menilai konflik politik terjadi pada pilpres 2014, pilgub DKI Jakarta, pilpres 2019, dan terbaru adalah kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ke tanah air setelah menetap 3,5 tahun tinggal di Arab Saudi.

“Situasi pembelahan dan konflik politik sejak pilpres 2014, pilgub DKI 2017, dan pilpres 2019 belum berakhir. Bahkan sekarang memanas lagi setelah kepulangan HRS (Habib Rizieq Shihab-Red),” ujar Mahfud kepada wartawan, Sabtu (21/11).

Menurut Mahfud, situasi konflik politik ini perlu segera diakhiri. Sehingga tidak berlarut-larut. Konflik akan merugikan banyak pihak jika terus didiamkan. Sementara saat ini pemerintah sedang menghadapi pandemi Covid-19.

“Partai Gelora berpendapat situasi ini harus segera diakhiri karena akan merugikan kepentingan nasional. Semua pihak harus berpikir jernih dan berhati dingin. Indonesia sedang hadapi krisis kesehatan dan resesi ekonomi yang belum tahu akan berakhir kapan,” katanya.

Mahfuz berpendapat islah adalah solusi terbaik. Apapun pangkal soalnya, islah adalah tuntunan agama untuk menyelesaikan perbedaan dan pertengkaran.

“Seringkali saat para pihak sudah duduk dan makan bareng, banyak salah paham dan salah info bisa diselesaikan dengan baik,” katanya.

Partai Gelora juga berpesan agar partai politik lain untuk tidak memancing di air keruh, memanfaatkan situasi untuk kepentingan suara partainya. “Karena sudah ada parpol yang membujuk HRS masuk partai. Bukan solusi yang ditawarkan tapi malah siraman bensin yang akan makin memanaskan situasi,” tuturnya.

Jika situasi pembelahan dan konflik ini sudah berakhir, maka Rizieq Shihab memahami betul posisi dan kekuatannya. Atau bisa saja nantinya Rizieq Shihab membentuk partai politik.

“Jangan-jangan para pendukung HRS punya aspirasi kuat untuk membentuk partai sendiri dengan ciri khas amar ma’ruf nahi munkar-nya,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads