alexametrics

Bahas Amendemen UUD 1945, MPR Temui Permabudhi

21 November 2019, 00:38:37 WIB

JawaPos.com – Jajaran pimpinan MPR terus menggelar Rangkaian kegiatan silaturahmi kebangsaan. Itu dilakukan dalam rangka menyerap aspirasi terus digencarkan dengan membahas segala hal tentang kebangsaan, terutama seputar amendemen UUD 1945.

Kali ini, Pimpinan MPR Hidayat Nur Wahid dan Arsul Sani yang menyambangi Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), di Gedung Universitas Gajah Mada (UGM) Samator, Jakarta pada Rabu (20/11).

Hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum Permabudhi Arief Harsono dan sekitar 20 orang jajaran pimpinan serta anggota organisasi keagamaan itu. Dalam pertemuan tersebut, HNW mengungkapkan, MPR mengajak berdiksusi serta meminta masukan kepada Permabudhi tentang hal yang sangat penting tersebut.

“MPR periode sekarang menerima rekomendasi tentang amandemen UUD 1945 dari MPR periode lalu yang mesti kami tindak lanjuti. Menurut kami ini sangat penting dilakukan,” katanya usai pertemuan.

Menurut politikus senior HNW itu, kegiatan silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi rakyat dalam membahas agenda-agenda penting bangsa, wajib dilakukan. Karena MPR adalah rumah kebangsaan.

“MPR adalah rumahnya seluruh rakyat Indonesia. Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk rakyat. Bahkan, untuk memaksimalkan sinergi antara MPR dan rakyat, kami tidak sekedar menunggu bola, tapi kami aktif menjemput bola dengan langsung mendatangi elemen-elemen masyarakat,” tambahnya.

Sebelumnya, untuk membahas soal amandemen UUD, para Pimpinan MPR memang aktif mengunjungi tokoh bangsa, pimpinan parpol dan elemen masyarakat lainnya seperti mengunjungi Megawati Soekarnoputri, Pimpinan DPP PAN, pimpinan DPP Nasdem, dan para pimpinan Redaksi media massa nasional.

Respons Permabudhi sendiri dalam menyikapi seputar amendemen UUD, dikatakan HNW, Permabudhi secara tegas menyampaikan bahwa amendemen UUD adalah agenda penting bangsa.

Untuk itu, Permabudhi akan melihat ini secara serius dan akan melakukan pembicaraan internal secara mendalam, lalu hasilnya akan disampaikan kepada MPR dalam pertemuan selanjutnya. Hal tersebut dikuatkan oleh pernyataan Ketua Umum Permabudhi Arief Harsono.

“Kami betul-betul akan membuat agenda pembahasan soal amandemen menjadi bahan diskusi yang penting dengan pemikiran-pemikiran yang sangat mendalam,” tegasnya.

Arief mewakili Permabudhi dan umat Buddha Indonesia, dalam kesempatan itu juga menyampaikan apresiasinya kepada pimpinan MPR, yang sudi menyambangi elemen bangsa seperti Permabudhi untuk urun rembuk memberi kesempatan berperan dan memberi warna dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : ARM



Close Ads