JawaPos Radar | Iklan Jitu

Tim Prabowo-Sandi Janjikan Gaji Guru Rp 20 Juta, Honorer Bilang Begini

21 November 2018, 16:54:40 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Guru Honor
Guru Honorer saat melakukan aksi menuntut perhatian pemerintah soal status dan kesejahteraannya. (jpnn/jawapos.com)
Share this

JawaPos.com - Isu sektor pendidikan turut menjadi incaran kedua kubu pasangan calon presiden dan calon wakil presiden dalam memperoleh suara pada Pilpres 2019 mendatang. Tak jarang, janji-janji kampanye diutarakan kedua belah pihak demi menarik perhatian mereka.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga bahkan mengusulkan kenaikan gaji guru Indonesia hingga Rp 20 juta. Sontak saja, banyak kalangan mengomentari serta menilai hal tersebut tidak masuk akal. Bahkan bisa membuat para guru honorer ragu untuk memilih mereka.

“Itu hal yang tidak masuk akal, satu daerah bisa bangkrut, ya mbok andai mau, ya tingkatkan dulu gaji guru honor. Janji yang terlalu mengada-ada justru membuat kita ragu untuk memilih beliau,” ujar Sekjen Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) M Nur Rambe saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (20/11).

Menurutnya, baik guru ataupun pegawai honorer hanya butuh payung hukum yang jelas dengan gaji yang realistis. “Terkait janji Prabowo atas Rp 20 juta gaji guru honorer, jangan buat guru honorer semakin menjauh dari mereka. Yang realistis sajalah,” tegas dia.

Menurut Rambe, dengan adanya janji yang tidak realistis, dia meyakini kubu pasangan nomor urut 02 itu hanya memanfaatkan suara guru yang jumlahnya cukup banyak.

“Ya, itu hanya pemanfaatan suara guru honorer, yang sudah jelas diatas 800.000 orang berikut keluarganya, kan lumayan itu suara, tapi saya yakin hanya honorer yang tak berkompeten yang percaya janji itu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandiaga Mardani Ali Sera mengatakan, kebijakan itu bakal diajukannya guna memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia. Gaji guru yang besar juga dapat membuat guru-guru yang terseleksi merupakan figur yang terbaik. Baginya, salah satu cara meningkatkan kualitas guru yakni melalui gaji yang besar.

"Karena itu perbaikan utama mau tidak mau gaji guru dinaikkan menjadi Rp 20 juta, diseleksi dengan baik gurunya," kata Mardani di kawasan Duren Sawit, Jakarta, Selasa (21/11) kemarin. 

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up