JawaPos Radar | Iklan Jitu

Tanggapi Janji Prabowo-Sandi, Arsul: Dari Zaman Soeharto Sudah Begitu

Soal Kusi Menteri Agama

21 November 2018, 21:05:59 WIB | Editor: Imam Solehudin
Prabowo-Sandi
Kubu Prabowo-Sandi berjanji bakal memberikan kursi Menteri Agama kepada Tokoh Nahdlatul Ulama, andai nanti memenangi Pilpres 2019. (Issak Ramadan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kubu Jokowi-Ma'ruf merasa janji yang dilontarkan Prabowo-Sandi soal kursi menteri agama, adalah sesuatu yang biasa. Pasalnya sejak era Soeharto hingga sekarang, mayoritas menag diisi tokoh dari Nahdlatul Ulama.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani menyebut wacana tersebut bukan hal baru di pemerintahan Indonesia.

"Dari dulu pun dari jaman pak Harto (Soeharto, Red), bung Karno (Soekarno, Red) pun itu kan memang tak semuanya (Menag dari NU, Red) ,tapi bisa dibilang mayoritas Menag itu dari NU," ujar Arsul di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/11).

Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengungkapkan, penunjukan Menag dari kalangan NU karena organisasi keagamaan tersebut memiliki basis massa terbesar di Indonesia.

"Sehingga wajar keputusan itu diambil. Era Pak Jokowi juga demikian. Lukman Hakim Syaifuddin merupakan kader NU" jelas dia.

"Karena memang dari sisi umat Islam yang katakanlah warga NU atau yang terasosiasi dengan NU itu kan mayoritas. Itu saja. Itu saya kira hal yang kemudian tak perlu di tekankan oleh pak Jokowi, wong sekarang aja sudah NU (Menagnya, Red), PPP lagi NU nya," sambung Arsul.

Lebih jauh, Arsul menduga bahwa ini hanya cara kubu Prabowo-Sandi menarik simpati rakyat. Sehingga menempuh berbagai cara untuk menaikan elektabilitasnya.

"Ya namanya orang lagi Pemilu, apapun dicoba diraih," tutupnya.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up