alexametrics

Sekjen Gerindra Ingin Belajar dari Loyalitas Santri kepada Kiainya

21 Oktober 2021, 18:49:34 WIB

JawaPos.com – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 22 Oktober, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani dengan didampingi sejumlah anggota DPR dan DPP Gerindra bersilaturahmi ke sejumlah pondok pesantren (Ponpes) di Jawa Timur.

Seperti Ponpes Sidogiri Pasuruan Kiai Fuad Nur Hasan dan Abdullah Siradj, Ponpes Zainul Hasan Genggong Pasuruan, yang diasuh oleh KH. Hasan Mutawakkil, dan Ponpes Walisongo pimpinan KH. Muhammad Cholil As’ad, Situbondo Kamis (21/10).

“Hari Santri adalah peringatan dikeluarkannya fatwa jihad atau lebih dikenal dengan resolusi jihad oleh Hadroti Syekh KH. Hasyim Asyari pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang. Inilah yang menjadi cikal bakal peristiwa heroik pada 10 November 1945 yang menjadi tonggak sejarah utama dalam upaya mempertahankan Republik Indonesia yang baru merdeka beberapa bulan,” ujar Muzani dalam keterangannya kepada JawaPos.com, Kamis (21/10).

Menurut Waki Ketua MPR ini peringatan Hari Santi ini penting, karena kesiapsiagaan para santri dalam membela negara ternyata telah teruji oleh sejarah. Komando kiai menjadi penentu bagi arah perjuangan santri. Dan santri mentaati karena yakin bahwa fatwa jihad yang menjadi komando itu untuk kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara.

“Sebagai partai politik, Gerindra ingin belajar dari loyalitas santri kepada kiai. Gerindra juga ingin belajar bagaimana kepentingan dan kemaslahatan bangsa adalah segalanya sepertinya yang sudah dicontohkan para kiai. Agar perjuangan kami tidak melenceng dari tujuan. Dan kami tidak salah dalam memahami aspirasi dan keinginan rakyat,” katanya.

Dari fatwa jihad sebagai Dawuh Kiai Hasyim kemudian diikuti oleh para Kiai dalam resolusi jihad, dan diteruskan oleh para santri dalam bentuk tindakan pada 10 November 1945. Itulah yang menyelamatkan NKRI dari agresi militer Inggris dan Belanda.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono




Close Ads