JawaPos Radar

Politikus Nasdem Serang Sandi Dengan Tutupnya 1 Mini Market OK OCE

21/10/2018, 16:28 WIB | Editor: Ilham Safutra
Politikus Nasdem Serang Sandi Dengan Tutupnya 1 Mini Market OK OCE
Salah satu Minimarket OK OCE yang masih beroperasi di Jakarta. (Issak Ramdhani/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf berusaha menyerang balik rivalnya dengan isu ekonomi. Serangan itu memanfaatkan satu minimarket OK OCE yang tutup di DKI Jakarta.

Menurut Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf Irma Suryani Chaniago, Sandi terlalu meninggi dalam membahas ekonomi. "Enggak usah bicara muluk-muluk. Ok OCE saja tidak berhasil. Mau bicara lapangan kerja yang mana lagi?," kata Irma kepada wartawan, Minggu (21/10).

Diketahui, program OK OCE adalah satu program kampanye Sandiaga Uno saat mencalonkan diri sebagai cawagub DKI Jakarta bersama Anies Baswedan pada 2017 lalu. Program itu lantas masuk sebagai program perekonomian Pemprov DKI Jakarta.

Salah satu bentuk aktualisasi program OK OCE itu menghadirkan minimarket, gerai, dan toko OK OCE. Dalam perjalanannya satu minimarket OK OCE tutup. Lokasinya di bilangan Jakarta Selatan. Sementara gerai dan minimarket lainnya tetap berjalan dan diawasi terus oleh Pemprov DKI Jakarta.

Irma Suryani Chaniago yang juga politikus Partai Nasdem itu melanjutkan, saat ini pemerintahan Jokowi begitu intens menatap ekonomi bangsa. Mengingat pada 2030 mendatang Indonesia akan mengalami bonus demografi. Para pekerja mayoritas diisi oleh kalangan muda. Sisi lain angka pensiun sangat rendah.

"Nah ini yang sedang disiapkan Jokowi dalam program jangka panjang.
Selain ngebut siapkan infrastruktur, saat ini juga sedang disiapkan 1.000 balai latihan kerja di pesantren-pesantren, juga revitalisasi BLK (Balai Latihan Kerja) yang ada," klaimnya.

Selain itu, sambungnya, Pemerintahan Jokowi terus menggencarkan program magang di perusahaan ternama. Output-nya, sumber daya manusia (SDM) domestik semakin bersaing di tingkat lokal maupun internasional.

Sektor Usaha Menengah, Kecil, Mandiri (UMKM) pun semakin diperhatikan. Serta beberapa aspek pekerjaan lain diharapkan kedepannya semakin mudah dalam hal perizinin. Sehingga bisa mendorong untuk semakin berkembang.

"Program-program UMKM mandiri, lihat sekarang pengusaha online juga sudah berkembang. Belum lagi UU Buruh Migran yang zero cost. TKI yang akan bekerja di Luar Negeri tidak dipungut biaya," terang Irma.

Menurut anak buah Surya Paloh itu, Sandiaga baru tataran rencana untuk program ekonomi banyak. Sementara Jokowi sudah mengawali lebih jauh. "Sandiaga baru rencana, Jokowi sudah melaksanakannya," tutupnya.

Diketahui, perjalanan karir politik dua tokoh itu bermula dari kepala daerah. Jokowi berangkat dari Solo sebagai wali kota, lantas naik kelas sebagai gubernur DKI Jakarta. Belum dua tahun bertugas, Jokowi "ditugaskan" partainya untuk jadi capres dan akhirnya terpilih. Kini kepemimpinan Jokowi di republik ini hampir tuntas satu periode.

Sementara, Sandiaga Uno adalah seorang pengusaha yang meritis bisnisnya dari bawah. Pada 2017 dia ditunjuk Partai Gerindra untuk maju sebagai cawagub DKI Jakarta dan berpasangan dengan Anies Baswedan.

Pada Pilkada 2017 itu pasangan tersebut terpilih. Namun, belum setahun menjalani tugasnya, Sandiaga memilih mundur dari wagub DKI Jakarta. Pengunduran itu karena dia maju sebagai cawapres yang berpasangan dengan Prabowo Subianto.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up