alexametrics

Kwik Kian Gie Bersikap, Tidak Dukung Jokowi atau Prabowo

21 September 2018, 18:10:38 WIB

JawaPos.com – Politikus senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang juga mantan Menteri Ekonomi, Kwik Kian Gie mengaku tidak memberikan dukungan ke siapa pun dalam Pilpres 2019 mendatang.

Dia menegaskan bakal berada di tengah-tengah. Tidak mendukung Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin ataupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Saya tidak mendukung ke sana, saya tidak mendukung ke sini. Saya mendukung pikiran-pikiran saya sendiri,” ujar Kwik Kian Gie di Posko Rumah Cemara, Jakarta, Jumat (21/9).

Menurut Kwik, dirinya selalu bersedia apabila diminta diskusi mengenai ekonomi. Sehingga dia tidak bisa menolak. Diundang Prabowo untuk berdiskusi siap. Begitupun sebaliknya jika diminta pendapat oleh Jokowi maka ia pun bersedia.

“Oh saya bersedia, selalu bersedia. Saya tidak pernah tidak pernah bersedia. Fraksi PDIP sebelum ada koalisi diundang tentang subsidi BMM ya bersedia,” katanya.

Kwik juga mengaku dalam pertemuannya dengan Prabowo Subianto beberapa waktu lalu tidak pernah diminta bergabung masuk dalam tim kampanye nasional. Ataupun menjadi dewan pakar.

Bahkan saat bertemu Sandiaga Uno, elite Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo dan Fuad Bawazier tidak pernah ada ajakan bergabung dengan tim kampanye nasional. Hanya diminta menjadi penasihat ekonomi.

“Itu bisa saya katakan dengan tidak tidak pernah ada pembicaraan dengan saya tentang itu (dijadikan dewan pakar),” tegasnya.

Kwik melanjutkan, permintaan menjadi dewan penasihat hanya untuk Prabowo Subianto saja. Bukan menjadi penasihat tim kampanye nasional Prabowo-Sandi, ataupun Partai Gerindra.

“Itu penasihat bukan penasihat koalisi. Bukan penasihat partai, tapi penasihat koalisi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, mantan Menteri Ekonomi Kwik Kian Gie bakal ditempatkan di tim pakar bakal pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk menghadapi pilpres 2019.

Selain Kwik, Muzani mengatakan tim pakar tersebut akan diisi sejumlah ekonom seperti mantan Gubernur Bank Indonesia, mantan Menteri Keuangan dan juga praktisi.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : (gwn/JPC)


Close Ads
Kwik Kian Gie Bersikap, Tidak Dukung Jokowi atau Prabowo