alexametrics

Curhat Kwik Kian Gie yang Dua Kali Tidak Direspons Megawati

21 September 2018, 16:44:22 WIB

JawaPos.com – Kwik Kian Gie, mantan Menko Ekonomi, Keuangan, dan Industri era Gus Dur membuka kisah lama di Rumah Cemara, Jakarta, Jumat (21/9). Kisah itu terkait dua buku karangannya yang tidak diresponsnya oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pada 2004. Ketika itu Megawati merupakan Presiden Indonesia.

Politikus PDIP itu bercerita, dua bukunya yang ditulis pada pada 2004 dan 2009 tidak mendapat respons dari Megawati Soekarnoputri.

“Ketika dua buku ini beredar sama sekali tidak ada tanggapan,” kenang Kwik di Posko Rumah Cemara, Jakarta, Jumat (21/9).

Adapun dua buku yang ditulis Kwik Kian Gie itu berjudul ‘Platform Wahai Presiden Terpilih Tolonglah Rakyat’ (2004) dan ‘Platform Presiden’ (2009)

Alasan menulis buku tersebut, ujarnya, karena Megawati Soekarnoptri itu kembali maju di Pilpres 2004 dan menggandeng Hasyim Muzadi. “Tentu ini pikiran subjektif dari saya yang isinya adalah semua program yang tidak pro terhadap sini atau pun sana,” katanya.

Sementara buku yang ditulis pada 2009 sengaja tidak diterbitkan di toko-toko buku. Melainkan hanya dicetak banyak untuk kebutuhan presiden terpilih. Harapannya ketika itu dapat diambil oleh staf-staf para calon presiden. Tapi bukunya itu tidak direspons‎ oleh para calon presiden. “Jadi tahun 2009 saya menerbitkan lagi yang disesuaikan dengan perkembangan zaman,” pungkasnya.

Diskusi Kwik Kian Gie yang berlangsung santai itu dihadiri oleh Hendrawan Supratikno, Misbakhun, Nurul Arifin, Johnny G Plate, dan Arya Bima.

Sebelum diskusi itu, mantan Menteri Bappenas tersebut juga melakukan pertemuan dengan Prabowo Subianto dan para elite Partai Gerindra. Pertemuan itu juga bercerita buku yang pernah diterbitkan Kwik.

‎Menariknya, dalam bercerita itu, Kwik mengaku buku kecilnya baru mendapat respons 10 tahun. Sosok yang membaca pemikiran Kwik soal situasi perkonomian Indonesia adalah Prabowo Subianto. Mantan Danjen Kopassus tersebut secara detail membaca satu per satu bukunya. Hingga berujung pada diskusi bersama.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (gwn/JPC)


Close Ads
Curhat Kwik Kian Gie yang Dua Kali Tidak Direspons Megawati