JawaPos Radar

Survei LSI, Elektabilitas Jokowi di atas 50 persen

21/08/2018, 15:15 WIB | Editor: Kuswandi
Pilpres 2019
Ilustrasi: Pilpres 2019 (Koko/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pertarungan Pilpres 2019 telah dimulai. Penetapan calon sebulan lagi, namun jika tak ada aral melintang, Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan rematch dengan Prabowo di pilpres 2019, tapi dengan cawapres yang berbeda. Jokowi berpasangan dengan Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf), dan Prabowo berpasangan dengan Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi).

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Adjie Alfaraby, mengatakan pasca pendaftaran resmi pasangan calon, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf kini sudah mencapai the magic number 52.2 persen.

"Angka elektabilitas ini hampir menyamai perolehan suara Jokowi pada pilpres 2014 yaitu 53.15 persen," ujar Adjie di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta, Selasa (21/8).

Sementara elektabilitas pasangan Prabowo-Sandi dikatakan Adjie hanya elektabilitasnya sebesar 29.5 persen. Selisih kedua pasangan calon masih dua digit, yaitu sebesar 22.70 persen dari Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Kemudian mereka yang belum menentukan pilihan (undecided voters) sebesar 18.3 persen," katanya.

Lalu bagaimana kekuatan personal Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno jika di head to head?. LSI dikatakan Adjie pun memberikan simulasi terhadap 1200 responden.

Hasilnya adalah dukungan terhadap Ma’ruf sebesar 43.7 persen, sementara dukungan terhadap Sandiaga sebesar 30.7 persen. ‎Sementara yang tidak memilih sebesar 23.0 persen.

Misalnya pada segmen agama, Ma’ruf unggul mendapatkan angka 44,70 persen. Sedangkan sandiaga hanyalah 30. persen. Yang tidak memilih 25,3 persen.

Kemudian dari segmen non muslim, Sandiaga unggul mendapat‎ 36,6 persen. Kemudian Ma'ruf Amin mendapatkan 34,7 persen. Sementara tidak milih sebesar 28,7 persen.

Selanjutnya di segmen pendidikan, Ma’ruf juga unggul dari Sandiaga di pemilih berpendidikan rendah hingga menengah. Karena untuk responden pendidikan dasar (SD) Ma'ruf unggul sebesar 45,9 persen. Sementara Sandiaga 18,5 persen. Yang belum memilih 35,6 persen.

Responden menengah (SMP-SMA) Ma'ruf Amin unggul 42,6 persen. Sandiaga 37,5 persen. Yang belum memilih 19,9 persen.

"Sementara Sandiaga unggul di responden yang pernah kuliah ada pendidikan tinggi. Karena mendapatkan 47,3 persen. Sementara Ma'ruf Amin 40,0 persen. Yang tidak memilih sebesar 12,7 persen," tuturnya.

Selanjutnya di segmen umur, Ma'ruf Amin kalah di pemilih pemula. Karena mendapatkan ang‎ka 18,4 persen. Sementara Sandiaga 50,0 persen. Tidak memilih sebesar 31,6 persen.

Kemudian di umur milenial atau 20-39 tahun Ma'ruf Amin unggul mendapatkan angka 44,0 persen. Sandiaga 34,0 persen. Tidak memilih sebesar 22,0 persen.

Pemilih di atas 40 tahun, Sandiaga kalah dari Ma'ruf Amin hanya mendapatkan angka 27,1 persen. Kemudian Ma'ruf Amin mendapatkan angka 45,0 persen. Tidak memilih 27,9 persen.

"Jadi Ma'ruf Amin unggul di semua segmen umur. Kecuali pemilih pemula," pungkasnya.

Sekadar informasi, survei LSI ini dilakukan pada 12-19 Agustus 2018 melalui face to face interview menggunakan kuesioner. Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan 1200 responden dari 33 provinsi di Indonesia.

Responden yang dipilih adalah di atas umur 17 tahun atau yang sudah menikah. Di survei ini margin of error sebesar lebih kurang 2,9 persen.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up