Sri Mulyani Mundur Jadi Timses, PKB: Bukti Jokowi sebagai Negarawan

21/08/2018, 14:05 WIB | Editor: Kuswandi
Ilustrasi: Pilpres 2019 (Koko/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Karena diminta fokus pada tugasnya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), akhirnya Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengundurkan diri dari Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding mengatakan, sebenarnya jabatan dewan pengarah hanya simbolik saja. Tidak serta merta Sri Mulyani banyak mengurusi jadi tim kampanye.

"Sebenarnya dewan pengarah ini simbolik karena hanya memberi arahan strategis saja," ujar Karding di Rumah Cemara, Jakarta, Selasa (21/8).

Namun demikian, Karding menyambut baik apa yang telah diputuskan oleh Presiden Jokowi. Karena hal itu telah membuktikan bahwa presiden lebih mementingkan bangsa ketimbang kepentingan Pilpres 2019.

"Itu sebagai bentuk kenegarawanan beliau. Meminta Bu Sri tetap fokus tugas kementerian," katanya.

Adapun Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (KIK) dipercaya sebagai dewan pengarah. Sementara dua menteri lainnya seperti Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ‎(PMK) Puan Maharani dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang juga dipercaya sebagai dewan pengarah.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengaku bahwa dia mundur dari Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019.

Hal itu dikatakannya sesuai arahan dari Presiden Jokowi karena Jokowi meminta Sri Mulyani ditugaskan untuk fokus mengelola keuangan negara saja. Instruksi Jokowi itu disambut baik oleh Sri Mulyani. Menurut dia, keuangan negara memang membutuhkan perhatian lebih.

Oleh sebab itu, perempuan yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan pada era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono tersebut tidak terlalu mempersoalkan apabila keluar dari struktur tim kampanye nasional.

(ce1/gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi