JawaPos Radar

Bawaslu Telisik Kasus Mahar

Sandiaga Uno: Saya Siap Terbuka dan Klarifikasi

21/08/2018, 18:05 WIB | Editor: Kuswandi
Sandiaga Uno
Ilustrasi Pilpres : Prabowo-Sandiaga Uno (Koko/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Badan Pengawas Pemilu tengah melakukan pemeriksaan terhadap kasus dugaan mahar yang melibatkan bakal Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Uno. Mahar yang diketahui sebesar Rp 500 miliar itu digunakan untuk mendapatkan tiket rekomendasi menjadi cawapres Prabowo dari PKS dan PAN.

Menanggapi hal itu, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan, dirinya mengaku siap jika nantinya harus dipanggil untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan mahar tersebut. Ia juga mengaku akan kooperatif mengikuti proses yang berjalan dari Bawaslu.

"Siap terbuka dan siap klarifikasi. Saya akan hadir. Saya akan siap memberikan klarifikasi," tegas Sandi di temui di Kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa (21/8).

Menurutnya, kesiapan itu merupakan bentuk untuk mendukung demokrasi yang terbuka dan transparan. Di samping itu, klarifikasi juga diperlukan untuk memberikan pencerahan kepada publik jelang kontestasi Pilpres 2019 digelar.

"Tentunya demokrasi kita ini harus demokrasi yang terbuka, transparan, demokrasi yang betul betul bebas dari intrik demokrasi yang betul-betul memberikan pencerahan kepada seluruh masyarakat kita," tuturnya.

Bahkan, kata Sandi, pelaksanaan demokrasi yang tidak transparan akan menimbulkan menurunnya partisipasi politik masyarakat. Hal itu pun terlihat dari data yang menunjukkan partisipasi publik yang makin menurun sejak 1995 silam.

"Tahun 1955 partisipasi politik kita pada pemilu diatas 90 persen politik tahun 2014 sudah di bawah 50 persen kalau kita tidak bisa meyakinkan publik bahwa proses demokrasi kita ini bersih transparan terbuka dan berkeadilan, semakin sedikit apalagi satu dari tiga pemilihan mereka akan meninggalkan," imbuhnya.

"Nah saya akan menarik para milenial para emak-emak untuk ikut bergabung di basis politik. Oleh karena itu kita harus siap transparan," lanjutnya.

Sebagai informasi, Bawaslu memang telah memanggil Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief untuk hadir sebagai saksi terkait laporan dugaan mahar politik yang disebut-sebut diberikan calon wakil presiden Sandiaga Uno kepada Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun, anak buah SBY itu mangkir dari panggilan.

Pemanggilan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari laporan yang sebelumnya dilayangkan Federasi Indonesia Bersatu, Selasa 14 Agustus 2018 yang lalu.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up