JawaPos Radar

Penugasan Iwan Bule Disoal, Hanura: Banyak Pengamat Abal-abal

21/06/2018, 15:43 WIB | Editor: Ilham Safutra
Penugasan Iwan Bule Disoal, Hanura: Banyak Pengamat Abal-abal
Fraksi Hanura di DPR menyebut pengamat yang mempersoalkan pengangkatan Iwan Bule adalah pengamat abal-abal. (dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Rencana pengajuan hak angket oleh DPR dari parpol oposisi mendapat perlawanan dari partai pendukung pemerintah. Parpol tersebut siap menghadang hak angket yang mempersoalkan pengangkatan Komjen M Iriawan sebagai penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat.

"Kami akan lawan kalau ada yang mengusung hak angket," ucap Johnny G. Plate, Sekjen DPP Partai Nasdem.

Dia menegaskan, masalah tersebut cukup diselesaikan di Komisi II DPR. Dalam forum itulah Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo bisa menjelaskan secara tuntas alasan pengangkatan Iriawan.

Penugasan Iwan Bule Disoal, Hanura: Banyak Pengamat Abal-abal
Mendagri Tjahjo Kumolo saat melantik Komjen M Iriawan sebagai Pj Gubernur Jabar. (Puspen Kemendagri for Jawa Pos)

Pendapat senada disampaikan Ketua Fraksi Hanura Inas Nasrullah Zubir. Dia menilai, pengangkatan Iriawan sebagai Pj gubernur Jabar sudah sesuai dengan mekanisme. Dia justru menyebut pihak yang getol melawan keputusan itu sebagai pengamat abal-abal.

"Banyak pengamat abal-abal dengan bangga mengatakan bahwa penunjukan Komjen Iriawan, perwira aktif di kepolisian, sebagai Pj gubernur Jabar melanggar UU No 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian," ujarnya.

Menurut Inas, pasal 28 ayat 3 UU Polri menyatakan, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia dapat menduduki jabatan di luar kepolisian setelah mengundurkan diri atau pensiun dari dinas kepolisian. Dia menegaskan, para pengamat abal-abal itu seharusnya juga membaca penjelasan pasal tersebut.

"Yang dimaksud dengan jabatan di luar kepolisian adalah jabatan yang tidak mempunyai sangkut paut dengan kepolisian atau tidak berdasarkan penugasan dari Kapolri," jelasnya.

Dengan begitu, Kapolri bisa saja menugaskan anggota aktifnya untuk menduduki jabatan tertentu di luar kepolisian. Saat ini saja, menurut Inas, sudah ada direktur penyidikan KPK yang berasal dari kepolisian.

Karena itu, Inas menilai penugasan Iriawan sebagai Pj gubernur Jabar tidak melanggar UU. Bahkan, lanjut dia, hal itu diatur dalam UU 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Pasal 20 ayat 2 menerangkan, jabatan ASN tertentu dapat diisi prajurit TNI dan anggota Polri. "Jadi, wacana hak angket tersebut malu-maluin saja. Mosok anggota dewan nggak bisa baca UU," katanya menyindir.

Sebagaimana diberitakan, Mendagri Tjahjo Kumolo melantik Komjen Pol M. Iriawan sebagai Pj gubernur Jabar (8/6). Pelantikan itu memantik kegaduhan politik. Sebab, Februari lalu pemerintah membatalkan pelantikan tersebut.

Namun, saat libur Lebaran belum usai, ternyata Iriawan yang saat itu menjabat sekretaris utama Lembaga Ketahanan Nasional tetap dilantik sebagai Pj gubernur Jabar. Partai Demokrat, Partai Gerindra, dan PKS lantas menggalang hak angket untuk menyelidiki kebijakan itu.

Anggota komisi II dari Fraksi PPP Achmad Baidowi juga meminta masalah tersebut diselesaikan di komisi II. Forum itu dianggap lebih fair dan nuansa politiknya tidak terlalu dominan. Jika penjelasan Mendagri di komisi II klir, persoalan dianggap selesai. Sebaliknya, jika persoalan dianggap belum tuntas, bisa diambil langkah lanjutan.

Mendagri Tjahjo Kumolo bersikukuh bahwa keputusannya sudah sesuai dengan undang-undang. Jika pelantikan Iriawan dipersoalkan, dia menyerahkan sepenuhnya kepada dewan.

"Ya, kalau diundang DPR, akan saya jawab. Apa yang saya putuskan sudah memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku," tegasnya di sela haul Bung Karno di Blitar kemarin.

Politikus PDIP itu menyadari, ada yang suka dan tidak suka dengan keputusannya. Bahkan, ada yang khawatir dengan netralitas Iriawan. "Kenapa khawatir? Wong hanya sembilan hari, sampai hari H-nya," tegas Tjahjo. Bagi dia, yang terpenting secara hukum persoalan tersebut klir. 

(lum/bay/byu/c5/oni)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up