alexametrics

DPR Dukung Pemberian Gelar Pahlawan Nasional untuk Mbah Bisri

21 Mei 2020, 03:27:04 WIB

JawaPos.com – Pengajuan gelar Pahlawan Nasional bagi KH Bisri Syansuri mendapat dukungan dari anggota DPR. Sosok yang dikenal dengan sebutan Mbah Bisri juga dikenal sebagai pelopor Pendidikan bagi kaum perempuan.

Mbah Bisri merupakan, kiai pertama yang mendirikan pesantren khusus putri di Indonesia. Selain itu, pendiri Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur tersebut dinilai telah memenuhi kriteria objektif dan subjektif untuk mendapat gelar Pahlawan Nasional.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda, usai Seminar Nasional bertajuk KH Bisri Syansuri: Berbakti dan Mengabdi untuk NKRI, di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (20/5).

“Kontribusi KH Bisri Syansuri baik sebagai tokoh agama maupun tokoh nasional begitu besar bagi bangsa ini. Hal itu tak perlu diragukan lagi,” ujar Huda.

Huda juga menturkan, jejak perjuangan Mbah Bisri baik semasa perang kemerdekaan hingga pasca kemerdekaan sedikit banyak mewarnai konfigurasi situasi politik, sosial, ekonomi, dan budaya Indonesia saat ini yang moderat.

Dia menjelaskan moderasi yang dinikmati Indonesia saat ini bukan hadir begitu saja. Sebelum dan pascakemerdekaan, tarik menarik ideologi begitu mewarnai perjalanan Indonesia yang saat itu masih begitu muda sebagai sebuah negara.

Termasuk ketika bangsa ini dihadapkan pada era perdebatan sengit tentang Piagam Jakarta hingga hadirnya pemberontakan PKI di Madiun di awal kemerdekaan menjadi contoh kecil betapa Indonesia sebagai negara bisa saja jatuh di titik ekstrim kanan maupun kiri.

“Kehadiran triumvirat (aliansi politik informal dari tiga tokoh berpengaruh) KH Hasyim Asy’arie, KH Wahab Chasbullah, dan KH Bisri Syansuri yang teguh mengusung nilai Islam moderat dalam kehidupan bernegara saat itu menjadi penengah sehingga Indonesia tidak menjadi negara sekuler pun tidak menjadi negara agama,” katanya.

Kontribusi Mbah Bisri, lanjut Huda, kian terasa saat kiai kelahiran Pati, Jawa Tengah tersebut duduk sebagai Rais A’am PBNU di tahun 1971. Berbagai pandangan moderat KH Bisri Sansuri banyak diadopsi sebagai kebijakan negara seperti lahirnya terangkum dalam UU Nomor 1/1974 tentang Perkawinan.

Huda yang merupakan alumni Pondok Pesantren Denanyar Jombang ini menilai berbagai kiprah Mbah Bisri sebagai salah satu pelopor resolusi jihad, anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), anggota Dewan Konstituante hingga menjadi anggota DPR tidak bisa dilepaskan daripada pendekatan fikih.

Berbagai pandangan keagamaan Mbah Bisri yang mampu memadukan pendekatan tekstual dan konstekstual membuat sosoknya diterima banyak kalangan. Menurutnya pendekatan KH Bisri Syansuri tersebut harusnya menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia.

Salah satunya soal pendekatan fikih yang mensyaratkan adanya pertimbangan hukum-hukum agama dalam mengkonstektualisasi berbagai persoalan di bidang sosial, politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Indonesia.

“Dalam hemat saya saat cara berpikir dan sikap seperti ini harus dimiliki oleh para pemangku kepentingan di Indonesia baik para pejabat negara, aktivis politik, hingga para pelaku usaha. Hanya dengan jalan demikian, kita akan mampu mengakselerasi pembangunan di Indonesia,” pungkasnya.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dimas Ryandi



Close Ads