alexametrics

TKN dan BPN Sepakat Rekonsiliasi, Habis Lebaran Makan Ketupat Bareng

21 Mei 2019, 15:40:54 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan hasil rekapitulasi suara melalui rapat pleno terbuka, Selasa (21/5) dini hari. Paslon Jokowi-Ma’ruf ditetapka sebagai peemenang pilpres 2019. Hasil tersebut diharapkan menjadi titik awal rekonsiliasi antara kedua kubu.

Ketika ditanya hal tersebut Juru Bicara (Jubir) BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade menyampaikan, rekonsiliasi antara kedua kubu dipastikan akan terlaksana ketika tahapan pemilihan presiden telah usai. Saat ini, pihaknya masih tengah fokus untuk melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Nanti lah setelah proses selesai lah. Kalau udah selesai, udah final baru lah nanti akan ada silaturahim. Sekarang lapor MK dulu. Seluruhnya konstitusional dan tidak makar,” kata Andre saat ditemui JawaPos.com di Kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara IV, Selasa (21/5).

Lagi pula, Andre menyampaikan, hubungan antara Jokowi dan Prabowo selama ini tak pernah ada masalah dan berlangsung baik. Keduanya juga telah bersahabat sejak lama, meski kini tengah berbeda sikap politik satu sama lainnya.

“Pak Prabowo dan Pak Jokowi tidak punya masalah. Mereka bersahabat lama. Nanti bertemu setelah seluruh proses selesai. Habis lebaran baru kita makan ketupat bareng,” pungkasnya.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin juga mengajak kubu rivalnya untuk segera melakukan rekonsiliasi pasca pemilu serentak 2019. Kubu petahana itu berharap momentum bulan Ramadan dapat menjadi momen yang tepat untuk bersatu kembali.

“Puasa dan terutama Lebaran adalah saat yang tepat untuk melakukan rekonsiliasi dan memperkuat silaturahmi. Semoga tidak perlu menunggu putusan MK karena kita bersaudara dalam berbangsa dan berdemokrasi,” kata Juru Bicara TKN, Eva Kusuma Sundari ketika dihubungi JawaPos.com, Selasa (21/5).

Kendati begitu, Eva menghargai keputusan kubu Prabowo-Sandi untuk melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Itu sekaligus menandakan kubu rivalnya setuju untuk tidak perlu adanya aksi turun ke jalan.

“Bagus, Pak Prabowo mengambil langkah konstitusional melalui MK. Ini artinya pesan ke para pendukungnya untuk mengawasi pelaksanaan persidangan di MK. Tidak perlu bikin aksi di jalanan,” pungkasnya.

Di sisi lain, Eva mengajak pendukung Prabowo-Sandi menerima apapun keputusan yang akan ditetapkan MK. “Karena sidang berlangsung terbuka harus siap kalah dan menang sekaligus,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, dalam rapat pleno terbuka hasil rekapitulasi suara KPU telah menetapkan pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf unggul dengan selisih sekitar 16,5 juta suara dari paslon Prabowo-Sandi. Keputusan tersebut telah ditetapkan sejak Selasa (21/5) dini hari.

Pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Maruf diketahui memperoleh suara sebesar 85 juta (55,41 persen) unggul di 21 provinsi dari rivalnya. Sedangkan paslon Prabowo-Sandi memperoleh 68 juta (44,59 persen) suara dan unggul hanya di 13 provinsi dari petahana.

Berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 10 Tahun 2019 tentang Tahapan, Program, dan Penyelenggaraan Pemilu, batas akhir penetapan rekapitulasi hasil penghitungan suara yakni pada 22 Mei. Peserta pemilu dipersilahkan untuk melakukan sengketa pemilu ke Mahkamah Konstitusi paling lambat 3 hari sejak hasil rekapitulasi ditetapkan oleh KPU.

Namun, jika dalam waktu yang ditentukan tidak ada peserta pemilu yang mengajukan sengketa, maka dengan otomatis paslon presiden dan wakil presiden terpilih dapat langsung ditetapkan tiga hari setelah masa pengajuan sengketa usai.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Igman Ibrahim



Close Ads